SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapal Pompong Angkut TKI Tenggelam, Tiga Korban Belum Ditemukan

  • Reporter:
  • Kamis, 9 Mei 2019 | 09:39
  • Dibaca : 68 kali
Kapal Pompong Angkut TKI Tenggelam, Tiga Korban Belum Ditemukan
Tim SAR saat melakukan pencarian korban di sekitar lokasi. ft Dok Tim SAR

BINTAN – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) setelah kapal pompong yang ditumpanginya tenggelam di perairan Nongsa, Batam, Rabu (8/5). Kapal pompong pembawa 10 orang TKI itu bergerak dari Seirengit, Johor, Malaysia dengan tujuan Batam, Minggu (5/5) malam. Namun, dalam perjalanan kapal mengalami karam setelah dihantam ombak besar.

“Awalnya empat orang yang dicari, tapi satu orang berhasil ditemukan nelayan di kelong. Tiga orang yang dicari satu perempuan, satu orang anak dan satu tekong kapal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Mu’min Maulana di Tanjungpinang.

Dia menyampaikan, operasi SAR kecelakaan pelayaran kapal pompong TKI ini turut dibantu Pol Air Polres Bintan, KPLP Tanjunguban dan masyarakat setempat. Adapun pola pencarian dengan menyisiri sekitar lokasi. Dari informasi yang dihimpun, kejadian kecelakaan pelayaran karena kapal diterjang ombak setelah kena angin barat laut. Kemudian, air masuk ke dalam kapal pompong sehingga karam.

“Akibatnya, tiga orang masih hilang, satu meninggal dunia. Sementara enam orang ditemukan selamat,” kata Mu’min.

Korban yang selamat langsung diamankan di Polsek Bintan Utara, sementara korban yang meninggal di bawa ke RSUD Tanjungubang. “Hari kedua hasil pencariannya masih nihil, akan dilanjutkan lagi besok,” katanya.

Alat utama yang digunakan adalah kapal RB 209, speed boat Polda Kepri, Pol Air Polres Bintan dan KPLP Tanjunguban, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Untuk lokasi pencarian sekitar kejadian Perairan Nongsa, Batam dengan koordinat 1° 9.373′ N 104 15.901′ E, heading 320 derajat, jarak lurus 20.15 Nautical Mill dari Kantor SAR Tanjungpinang,” kata Mu’min.

4 Korban Ditemukan di Lagoi

Korban kapal TKI ilegal tersebut ditemukan tidak pada satu lokasi dan waktu yang sama. Menurut Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga korban TKI ilegal yang pertama kali ditemukan bernama Julhakimi, Selasa (7/5) sekitar pukul 07.00.

“Korban saat itu ditemukan nelayan, dan nelayan melaporkan ke Polres Bintan,” ujarnya, Rabu (8/5).

Setelah mendapat laporan masyarakat, Polres Bintan langsung menindaklanjuti dan mendapati seorang pria korban TKI ilegal yang sedang memeluk tanki speed boat di depan perairan Hotel Nirwana Lagoi. Kemudian, setelah setengah jam dari korban pertama, Polres Bintan kembali mendapat laporan dari nelayan sekitar yang menemukan dua orang lagi di depan perairan Hotel Bayantree Lagoi.

“Dua orang ini bernama Nasrudin dan Fadron Fahmi,” ujarnya.

Selanjutnya, ketiga korban selamat ini pun kemudian di bawa ke Puskesmas di kawasan Sebong Pereh, dan kemudian dibawa ke Polsek Bintan Utara. Kemudian, pada hari yang sama sekitar pukul 14.00, kembali ada informasi dari nelayan yang menemukan tiga korban TKI Iiegal di kawasan perairan Sebong Pereh.

“Ada lagi korban lain yakni Hazrami, dan Darmiati, satu korban bernama Linda ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Korban meninggal ini kemudian di bawa ke RSUD Tanjunguban Utara. Sementara, korban selamat usai mendapat perawatan dibawa ke Polsek Bintan Utara. Tiga jam setelah menemui tiga korban tersebut atau tepatnya pukul 17.00, Polisi kembali mendapat informasi dari nelayan yang menemukan satu korban lagi di perairan Sebong Pereh.

“Sorenya, adalagi satu korban selamat ini bernama M Sabri, belakangan diketahui bahwa M Sabri ini adalah suami dari korban meninggal bernama Linda,” ujarnya.

Total korban tenggelam kapal TKI ilegal yang hendak pulang dari Malaysia tujuan Batam ini berjumlah 10 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2 tekong dan 8 penumpang.

“Saat ini masih tiga korban lagi yang belum juga ditemukan, dan Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian,” tutupnya.

muhammad bunga ashab/ dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com