SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kapolres Nyatakan Peta Sebaran PDP dan ODP di Batam Hoaks

  • Reporter:
  • Rabu, 25 Maret 2020 | 20:07
  • Dibaca : 426 kali
Kapolres Nyatakan Peta Sebaran PDP dan ODP di Batam Hoaks
Konferensi pers Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Polri-TNI dan pengusaha Tentang Covid-19 di Starbucks, Batam Center, Jumat (20/3)./ahmad romadi

BATAM – Kapolresta Barelang AKBP Purwadi Wahyu Anggoro menyatakan peta penyebaran Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta pasien yang positif Covid-19 yang beredar sejak pagi ini adalah hoaks.

“Itu tidak benar, berita tersebut hoaks. Polri tergabung dalam Gugus Tugas Corona di Pemerintah Daerah (Pemda). Polri tidak bisa merilis data pasien, kecuali dari Juru Bicara Gugus Tugas. Satu pintu Release informasi pasien,” tegas Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, Rabu (25/3).

“Saya akan lacak dan kejar pelaku pembuat peta penyebaran pasien yang positif Covid-19 itu, karena laporan seperti itu tidak ada dikeluarkan oleh
Polresta Barelang,” sambungnya.

Lanjut Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro, ia menhimbau kepada masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) khususnya masyarakat di Kota Batam, bahwasannya disaat keadaan dan situasi seperti ini, untuk tetap berada di rumah, tidak keluar rumah kalau tidak sangat perlu, jaga kebersihan, jaga jarak minimal 1.5 m apabila berdekatan dengan orang lain, selalu cuci tangan sebelum melaksanakan aktifitas dan makan makanan yang bergizi serta berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Jangan mudah percaya dengan berita yang belum terkonfirmasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri
Kombes Pol Harry Goldenhardt juga mengatakan hal yang sama terkait berita yang beredar tersebut bahwasannya berita tersebut tidak bener.

“Iya terkait info yang beredar di WhatsApp pribadi maupun group, saya sudah konfirmasi ke Kapolresta, bahwa berita tersebut tidak benar. Berita yang keluar dari pihak kepolisian jelas harus melalui siaran Pers resmi,” jelas Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Ia menghimbau kepada masyarakat, agar untuk cerdas dalam menerima informasi. “Apabila ada informasi, yang diragukan bisa menanyakan ke sumber yang terverifikasi, jangan sampai masyarakat Kota Batam termakan info yang tidak bener,” tuturnya.

Meskipun dinyatakan Hoax, Namun masyarakat sempat resah khususnya yang berdomisili di zona merah sesuai dengan gambaran peta tersebut.

Dimana, dalam gambaran peta sebaran Covid-19 itu, zona merah merupakan wilayah yang terjangkit positif virus Corona yakni, kecamatan Sagulung, Lubuk Baja dan Batam Kota.

Sementara wilayah zona Kuning dalam peta tersebut menggambarkan pasien dalam pengawasan (PDP) dan zona hijau merupakan tidak terkontaminasi. (ilham s)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com