SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kartu Kendali BBM Lama Tak Bisa Digunakan

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Januari 2020 | 13:30
  • Dibaca : 82 kali
Kartu Kendali BBM Lama Tak Bisa Digunakan
Antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Baloi, beberapa waktu lalu. Pembagian kartu kendali BBM dinilai tak tepat sasaran dan rentan disalahgunakan. f dok koran sindo batam

BATAMKOTA – Registrasi kartu fuel card atau kartu kendali BBM subsidi jenis solar berakhir. Disperindag Kota Batam dan Pertamina memutuskan tidak ada perpanjangan waktu lagi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau menegaskan, mulai Kamis (23/1) kartu fuel card yang lama tidak diaktifkan lagi. Hal ini sudah keputusan bersama.

“Kami sudah rapat dengan Pertamina dan BRI terkait dengan apa saja masalah yang selama ini terjadi,” ujarnya, Rabu (22/1).

Jika mulai besok masih ada komplain atau keluhan, pihaknya sepakat hanya menerima saja. Pasalnya memang tidak ada perpanjangan waktu.

Gustian mengatakan jumlah kartu yang sudah terdaftar sebanyak 3.620 kartu hingga Selasa (21/1) lalu.

“Apabila masih ada saldo di fuel card yang lama akan diakumulasikan ke card yang baru. Sepanjang dia melapor,” tegas Gustian.

Sales Branch Manager Pertamina Kepri William Handoko mengatakan, setelah melewati tanggal 22 Januari kartu kendali yang lama tak bisa lagi digunakan. “Diharapkan sudah melakukan registrasi ulang semua, kalau belum melakukan registrasi ulang maka tidak bisa melakukan transaksi lagi,” katanya.

Mengenai penggabungan saldo Brizzi pada Fuel Card, dia mengatakan bahwa pihak BRI yang akan melakukan proses. Kendaraan yang menggunakan kartu bahan bakar (fuel card) untuk membeli solar, diminta melakukan registrasi ulang. Hal ini dilakukan untuk menghindari satu kendaraan memiliki lebih dari satu kartu.

“Pengendalian pembelian solar bersubsidi ini dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam di lapangan,” katanya.

Sebelumnya, Disperindag Kota Batam memperpanjang pendaftaran kartu kendali BBM (fuel card) sampai 22 Januari. Hal ini dilakukan mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan regristrasi ulang.

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan, banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi harus melakukan pendaftaran ulang fuel card. Selain itu, proses pendaftaran sampai percetakan di BRI satu hari hanya bisa mencetak 300 kartu.

“Sementara pendaftaran per hari lebih dari 300 orang, sehingga kami perpanjang sampai 22 Januari. Kami telah berkoordinasi dengan Pertamina dan BRI,” kata Gustian, Jumat (17/1).

Hingga kemarin sudah tercetak sebanyak 2.889 kartu, sedangkan sebelumnya total kartu yang tercetak sebanyak 15.106 kartu. Pihaknya mewajibkan regristrasi ulang karena untuk memverifikasi kendaraan-kendaran yang seharusnya menerima subsidi.

Karena itu sebelum melakukan registrasi ulang masyarakat diminta untuk melakukan uji kir kendaraan di Dinas Perhubungan, STNK dan pajak harus hidup. Disperindag juga akan melihat langsung kendaraan dimodifikasi tangkinya atau tidak, karena jika dimodifikasi maka kartunya tidak akan dikeluarkan.

“Tapi pada intinya selama memenuhi syarat maka akan kami keluarkan kartunya dan berlaku hanya satu tahun. Untuk tahun berikutnya nanti akan diverifikasi ulang. Berbeda dengan kartu sebelumnya yang tidak ada masa aktifnya,” kata Gustian.

Kemudian bagi yang memiliki kartu nantinya akan menerima subsidi per harinya hanya boleh isi solar sebanyak 30 liter. Setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nantinya akan terlihat jika mengisi melebihi yang ditentukan, sehingga dengan demikian diharapkan dapat menghindari penimbunan solar.

“Kami menerima pos aduan di kantor Disperindag. Kemudian personel yang kami turunkan untuk regristrasi ulang ini ada 10 di setiap tempat pendaftaran. Empat dari Disperindag, Empat dari Pertamina, dan dua dari BRI,” jelasnya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com