SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus BAJ, Uang Rp55 Miliar Dikuras 14 Kali

Kasus BAJ, Uang Rp55 Miliar Dikuras 14 Kali
Triana Hafsari selaku Kepala Cabang PT Bank Mandiri Cabang Menteng, Jakarta Pusat, memberikan kesaksian terhadap terdakwa Syafei di Pengadilan Negeri Tanjungpinang F Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Tersangka korupsi dan pencucian uang, Muhammad Nasihan diketahui memindahkan uang asuransi PNS Pemko Batam sebesar Rp55 miliar dari rekening bersama ke rekening lain. Dia menguras uang hak PNS Batam secara bertahap.

Kesaksian Triana Hafsari selaku Kepala Cabang PT Bank Mandiri Cabang Menteng, Jakarta Pusat mengungkap hal ini. Dia yang bersaksi dalam perkara terdakwa Syafei menyebut uang Rp55 miliar itu dipindahbukukan oleh Nasihan secara bertahap dalam kurun waktu 3 Oktober 2014 sampai dengan 31 Mei 2015. Nilai nominal dalam sekali pemindahbukuan itu mulai dari Rp500 juta sampai dengan Rp5 miliar.

Dalam sidang, Triana menjelaskan setiap kali pemindahan dan penarikan dana dari rekening tabungan bersama nomor 1220056789996 dilakukan oleh Nasihan ke nomor rekening 1220007997797 atas nama dirinya. Tersangka memindahkan dana tersebut menggunakan cek yang dia tandatangani bersama Syafei.

“Ceknya sudah ditandatangani oleh keduanya (Nasihan dan Syafei), uang bisa dicairkan oleh salah satu orang. Sebelum dicairkan kita konfirmasi terlebih dulu kepada yang bersangkutan,” ujar Triana di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (15/2/2018).

Sepengetahuan Triana saat menjabat kepala bank, pada 8 April 2014 dana masih ada di rekening bersama sekitar Rp20 miliar. Nasihan melakukan pemindahan dana saat dia menjabat mulai 22 April 2014 sebesar Rp1,5 miliar, 16 Mei 2014 sebesar Rp2,2 miliar, 8 Juli 2014 sebesar Rp750 juta, 21 Juli 2014 sebesar Rp5 miliar, 15 September 2014 sebesar Rp3 miliar, 21 Oktober 2014 sebesar Rp2 miliar, 17 November 2014 sebesar Rp1 miliar, 29 Desember 2014 sebesar Rp2 miliar.

Selanjutnya pada 22 Januari 2015 Rp1,2 miliar, 11 Februari 2015 sebesar Rp1 miliar dan Rp1,5 miliar, 25 Februari penarikan tunai sebesar Rp1,5 miliar disetorkan ke rekening sama Rp800 juta. Pada 10 April 2015 sebesar Rp800 juta, 5 Mei 2015 sebesar Rp600 juta, dan 13 Mei Rp250 juta.

“Setiap kali penarikan hanya Nasihan yang datang. Syafei tidak pernah datang, tapi tanda tangan ada. Ada beberapa kali yang saya hubungi sekitar 5 kali untuk konfirmasi apakah benar pemindahan dana tersebut,” ujar dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com