SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Dugaan Korupsi, Penyidik Akan Panggil 30 Anggota Dewan

Kasus Dugaan Korupsi, Penyidik Akan Panggil 30 Anggota Dewan
ilustrasi

KARIMUN – Kasus dugaan tindak pidana korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Karimun tahun 2016 memasuki babak baru. Penyidik akan memanggil 30 anggota DPRD Karimun untuk diperiksa, pasca ditetapkannya mantan Bendahara DPRD Karimun, BZ sebagai tersangka.

Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, penyidik selanjutnya akan memeriksa beberapa orang saksi lain, di antaranya staf PNS di Sekwan dan sejumlah anggota Dewan yang tercantum namanya di dalam SPPD yang dibuat oleh tersangka.

“Kami akan memanggil saksi lain dari staf PNS di Sekwan dan anggota Dewan yang namanya tercantum di dalam itu. Rata- rata nama 30 anggota Dewan ada, namun kami lihat lagi,” ujarnya di Mapolres Karimun, Kamis (10/5/2018).

Binsar menambahkan, penyidik akan mencocokkan beberapa keterangan yang telah dikumpulkan dari tersangka dan sejumlah saksi yang nantinya akan dipanggil. Salah satunya, terkait keterangan temuan kwitansi penyerahan uang SSPD yang tidak ditandatangani oleh pemilik nama yang tercantum.

Menurut dia, keterangan para saksi nanti akan ditanyakan lagi kepada tersangka.Penyidik akan memastikan dulu, sehingga harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam. “Jangan sampai hanya berdasarkan data, namun setelah diperiksa jawaban para saksi tidak sesuai. Data kami cukup akurat, ada ditemukan terkait kwitansi penyerahan SPPD yang tidak ditandatangani oleh penerima,” katanya.

Seperti diketahui, mantan Bendahara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karimun, Bz ditetapkan Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Karimun sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa SPPD DPRD Karimun tahun 2016.

Bz yang saat ini bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karimun telah menjalani pemeriksaan perdana sejak ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (9/5) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pemanggilan Bz untuk menjalani pemeriksaan dilakukan untuk memenuhi unsur penetapan tersangka, di mana dalam waktu 7 hari harus ada dilakukan pemeriksaan terhadapnya.

“Kami telag melakukan pemeriksaan terhadap Bz dari pukul 10.00 hingga pukul 20.00 malam. Baru tahap awal saja, kasus ini masih sangat panjang sekali. Dalam prosesnya nanti tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com