SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Dugaan Persekusi Siswa SPN Dirgantara, Aiptu Erwin Akan Diperiksa Kode Etik

  • Reporter:
  • Jumat, 14 September 2018 | 16:29
  • Dibaca : 111 kali
Kasus Dugaan Persekusi Siswa SPN Dirgantara, Aiptu Erwin Akan Diperiksa Kode Etik
Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto memberikan keterangan terkasus penyelidikan kasus persekusi siswa SMK SPN Penerbangan di Mapolresta Barelang, kemarin. f arrazy aditya

BATAM KOTA – Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Ari Darmanto mengatakan, Propam Polda Kepri akan segera melakukan pemeriksaan dan sidang kode etik profesi kepada guru pembina SMK SPN Dirgantara yang merupakan anggota Satuan Sabhara Polresta Barelang, Aiptu Erwin Depari atas dugaan persekusi kepada siswa berinisial RS.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada anggota tersebut, dan ke depannya kami juga akan melakukan sidang kode etik Polri,” ujarnya saat mengelar konfrensi pers di Polresta Barelang, Kamis (13/9/2018).

Ari menambahkan, dari hasil pertemuan yang dilaksanakan di Polresta Barelang terkait permasalahan kasus persekusi yang terjadi di SMK SPN Dirgantara, pihaknya mengambil kesimpulan ada dua permasalahan. Permasalahan pertama yakni tentang penegakan hukum, dan kedua tentang aspek pendidikan.

“Terkait oknum kepolisian itu, kami menunggu hasil penyelidikan Propam. Apakah melanggar kode etik atau tidak, kalau melanggar, kami akan proses secara profesional dan berdasarkan hukum,” katanya.

Terkait pola pendidikan dan pengajaran yang dijalankan pihak SMK SPN Dirgantara, akan ada konsekuensi dan pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri.

“Jika anak yang menjadi korban itu akan pindah sekolah, pihak sekolah wajib memberikannya. Selain itu, untuk pemulihan nama baik juga harus dilakukan pihak sekolah,” kata Ari.

Kabid Humas Polresta Barelang Kombes S Erlangga mengatakan, terkuaknya kasus persekusi siswa ini diawali dari media sosial (medsos), dan pihak kepolisian langsung merespons postingan dari masyarakat tersebut.

“Malam itu kami langsung mengumpulkan pihak sekolah, keluarga, serta KPPAD terkait kasus ini. Kami juga melakukan pertemuan kesepakatan pada Senin (10/9) kemarin,” kata Erlangga.

Ia menjelaskan, pertemuan menyangkut permasalahan ini tidak hanya sekali, karena pihak kepolisian butuh bukti serta keterangan dari semua pihak, agar kasus ini tuntas dan tidak ada permasalahan ke depan. “Hal ini bukan hanya tanggungjawab pihak kepolisian saja, tapi dari Dinas Pendidikan dan KPPAD juga. Agar permasalahan ini tuntas semuanya,” ujarnya.

Anggota KPPAD Kepri Erry Syahrial mengapresiasi pihak kepolisian yang langsung turun dalam kasus RS, sehingga kasus persekusi yang dilakukan pihak sekolah tidak ada permasalahan yang meluas.

“Walaupun yang melakukan tindak persekusi itu oknum kepolisian, tapi pihak kepolisian dengan cepat memberikan keamanan untuk siswa yang diduga mendapatkan perlakuan yang melanggar hak siswa,” kata Erry.

Menurut dia, KPPAD terus melakukan pengawasan yang melanggar hak anak, dan akan mengawas anak yang masih melakukan proses belajar mengajar di sekolah SMK SPN Dirgantara tersebut.

“Tidak hanya siswa yang bersangkutan saja yang kami awasi, tapi siswa yang masih ada di sekolah juga. Karena secara tidak langsung siswa di sana juga mengalami trauma, walaupun tidak secara langsung,” ujarnya.

Sedangkan untuk pelanggaran yang terjadi, KPPAD melimpahkannya kepada Polda Kepri. Pasalnya, kasus persekusi yang dilakukan oknum anggota kepolisian ini adalah ranah kepolisian dalam hal ini Polda Kepri. “Untuk kasus hukum sudah tanggung jawab polisi, tapi untuk pengawasan anak masih terus berjalan,” ungkap Eri.

Kepala sekolah SMK SPN Dirgantara Batam Susila Dewi meminta maaf atas perkataannya kepada awak media saat konfrensi pers di SMK SPN Dirgantara yang membuat kerenggangan dalam pemberitaan. “Saya pribadi meminta maaf kepada teman-teman media, karena perkataan saya kemarin,” kata Susila.

Ia berharap, kasus ini menjadi pembelajaran ke depan untuk sekolah, karena kasus ini sudah meresahkan wali murid. “Ini merupakan salah satu pembelajaran bagi kami ke depan, dan kami minta maaf atas kejadian ini,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com