SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Human Trafficking Tanggung Jawab Bersama

  • Reporter:
  • Senin, 11 Februari 2019 | 15:44
  • Dibaca : 225 kali
Kasus Human Trafficking Tanggung Jawab Bersama
KKP-PMP dan jemaat gereja menandatangani deklarasi pemilu damai di Gereja Katolik Kerahiman Ilahi, Tiban III, Sekupang, Minggu (10/2). f romi kurniawan

LUBUKBAJA – Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri bersama Intelkam Mabes Polri menggelar deklarasi mendukung suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi di Gereja Katolik Kerahiman Ilahi, Tiban III, Sekupang, Minggu (10/2).

Jemaat gereja dan komunitas KKP-PMP juga selalu siap untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI. “Kami menolak politik uang, pemberitaan hoaks, ujaran kebencian dan, isu sara,” teriak para jamaat dan anggota komunitas KKP-PMP Kepri dan deklarasinya.

Pernyataan ini disampaikan para jamaat gereja dan komunitas KKP-PMP Kepri usai menggelar ibadah Minggu. Deklarasi ini juga didukung penuh oleh Mabes Polri. “Kami berharap pesta demokrasi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya ujaran kebencian, pemberitaan hoaks dan, apapun yang dapat menggagu NKRI,” kata Chrisantus Paskalis Saturnus Esong.

Pria yang akrab disapa Romo Pascal ini berharap, masyarakat memberikan hak suaranya pada 17 April 2019 mendatang. Ia mengimbau agar masyarakat memilih sesuai hati nurani dan orang yang dipercaya. “Jangan Golput (Golongan Putih). Kita harus pergi ke TPS. Aparat hukum akan bekerja dengan baik. ini pesta demokrasi kita,” ujarnya.

Dalam deklarasi ini, jemaat gereja dan komisi KKP-PMP Kepri menyatakan membantu Polri untuk memberantas human trafficking di Batam. Romo Pascal bersama komunitas KKP-PMP Kerpi juga terlihat kompak mengenakan baju abu-abu bertuliskan, “Berhentilah Menjual Manusia.” Mereka juga memegang poster-poster yang bertuliskan, “Manusia Bukan Untuk Diperdagangkan”. Hal ini merupakan bentuk penolakan keras terhadap trafficking di Indonesia, khususnya di Batam.

“Batam adalah daerah yang strategis untuk keluar dan masuknya perdagangan manusia, karena sangat berdekatan dengan negara tetangga,” katanya.

Pascal Romo mengatakan, kasus trafficking di Batam merupakan tanggung jawab bersama, dan ia mengajak masyarakat Batam khususnya untuk bersama-sama mengawasi dan melaporkan ke pihak yang berwajib. “Batam ini menjadi transit dan dan tempat tujuan. Ini harus menjadi kecemasan bagi kita semua,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com