SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Penyelewengan Dana Dinsos, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

  • Reporter:
  • Jumat, 28 April 2017 | 13:23
  • Dibaca : 207 kali
Kasus Penyelewengan Dana Dinsos, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar
Kasi Pidsus Kejari Batam Chadafi. /Dok SINDOBATAM

BATAM KOTA – Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Kepri telah menyelesaikan penghitungan jumlah kerugian negara dalam kasus penyelewengan dana di Dinas Sosial (Dinsos). Dari hasil penghitungan diketahui, Raja Muhammad Rizal (RMR) telah menyelewengkan dana sebesar Rp1.505.990.249.

Jumlah tersebut tertuang dalam laporan dengan Nomor SR 1349/pw28/5/2017 tertanggal 13 April 2017. “Surat tersebut kami terima secara resmi pada tanggal 19 April lalu,” kata M. Chadafi Nasution, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batam, Kamis (27/4).

Chadafi menjelaskan, sebelum angka tersebut resmi dirilis oleh BPKP Kepri, telah lebih dulu dilaksanakan ekspos diantara kedua instansi. Dalam ekspos tersebut, BPKP Kepri tidak hanya menjabarkan jumlah kerugian negara yang disebabkan oleh Raja namun juga sumber-sumber dana tersebut.

Angka ini berasal dari 14 kegiatan yang mana sisa anggarannya tidak dikembalikan tersangka ke kas daerah dan sumber yang terbanyak berasal dari anggaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Usai menerima hasil penghitungan oleh BPKP Kepri, lanjut Chadafi, pihaknya akan terus melengkapi proses pemberkasan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan meminta keterangan ahli yang dalam hal ini berasal dari BPKP Kepri. “Kemungkinan kita agendakan minggu depan,” katanya.

Saat disinggung terkait keterlibatan oknum lain dalam perkara ini, Chadafi mengaku belum dapat memastikan hal itu. Pasalnya, hingga saat ini, belum didapati bukti yang cukup untuk menyeret oknum lain dalam perkara yang sudah disidik sejak awal tahun lalu.

Namun demikian, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain bila dalam hasil penyidikan ditemui bukti-bukti baru yang dapat menguatkan. “Penyidikan masih berjalan. Lihat saja nanti hasilnya,” ujar Chadafi.

Sejauh ini, dari hasil penyidikan juga diketahui, tersangka Raja sempat memalsukan tandatangan Kepala Dinas Sosial kala itu, Raja Kamaruzzaman. Hal ini diketahui seiring pengembangan proses penyidikan sehubungan dengan dugaan keterlibatan oknum lainnya. “Ada koreksi di bendahara umum daerah bahwa ada pemalsuan tandatangan kepala dinas oleh tersangka,” katanya.

Sehubungan dengan penahanan terhadap tersangka, Chadafi mengaku belum dapat memastikan hal tersebut. Namun, lanjut Chadafi, penahanan bisa saja dilakukan setelah penghitungan kerugian negara tersebut. “Kami akan lihat dulu nanti. Kalau memang perlu ditahan, akan kami tahan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com