SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kasus Pungli, Dirut BUMD Pinang Tersangka

  • Reporter:
  • Selasa, 21 Maret 2017 | 11:26
  • Dibaca : 559 kali
Kasus Pungli, Dirut BUMD Pinang Tersangka
ilustrasi

BATAM – Polda Kepri menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama atau BUMD Tanjungpinang Asep Nana Suryana sebagai tersangka. Ia terseret kasus pungutan liar (pungli) penjualan kios di Pasar Bintan Centre.

“Sudah tersangka, kemarin, hari Selasa (14/3) lalu,” kata Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri Kombes Budi Suryanti di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam, Senin (20/3).

Penetapan Asep sebagai tersangka tak lepas dari ditangkapnya pegawai BUMD Tanjungpinang Slamet dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri, Jumat (17/2).

“Alat buktinya sudah ada dan kuat, seperti formulir,” kata Budi.

Keterangan Slamet saat menjalani pemeriksaan di Polda Kepri yang mengarah ke Asep, juga dijadikan pegangan polisi untuk menetapkannya sebagai tersangka.

“Beberapa keterangan Slamet memang mengarah ke Asep,” ucapnya.

Budi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat panggilan pertama kepada Asep dengan status tersangka, namun belum hadir.

“Kami tunggu kehadirannya, kalau hari ini tidak datang, kami akan mengirimkan surat panggilan kedua,” tegasnya.

Siapkan Pengganti Asep
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Riono menegaskan, Pemko Tanjungpinang tidak akan memberikan bantuan hukum ataupun pengacara kepada Asep.

“BUMD adalah perusahaan, jadi dia sudah punya pengacara sendiri. Jadi Pemko tidak memberikan bantuan hukum dan lainnya,” tegas Riono dihubungi lewat telepon.

Riono mengatakan, Pemko Tanjungpinang masih menunggu keputusan hukum, sebelum mengambil kebijakan apakah akan mempertahankan Asep atau memecatnya. Namun Dewan Direksi akan menggelar rapat internal untuk menyiapkan pengganti Asep sebagai Dirut BUMD.

“Kami tetap memegang asas praduga tak bersalah,” katanya.

Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Tanjungpinang Ahadi mengaku tak menyangkap Asep ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pungli ini. Apalagi, Asep belum lama menjabat sebagai Dirut BUMD Tanjungpinang.

Ahadi melihat kinerja Asep sejak ditunjuk menggantikan Eva Amalia cukup bagus. Begitu pula saat ia menjadi wakil rakyat di DPRD Tanjungpinang.

“Saya sangat kaget mendengar kabar ini, dan benar-benar tak menyangka. Tapi, kita kan belum tahu apa benar beliau bersalah atau tidak, Biarlah proses hukum yang bekerja,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Slamet, pegawai BUMD Tanjungpinang ditangkap Tim Saber Pungli di Pasar Bintan Centre, Jumat (17/2). Koordinator Operasional Pasar Bintan Center ini diduga sering meminta uang pelicin kepada para calon penyewa lapak di pasar tersebut.

Slamet diduga sudah lama melakukan praktik pungli tersebut. Para pedagang yang ingin menyewa lapak di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang, diminta menyetorkan uang. Nilainya beragam, mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per pedagang.

“Semakin strategis lokasinya, semakin besar uang pelicin yang diminta Slamet,” ujar pedagang di pasar itu, sehari setelah Slamet ditangkap.

Padahal, kata dia, sewa lapak di pasar tersebut hanya Rp250 ribu per bulan. Ulah Slamet dikeluhkan para penyewa, dan akhirnya terdengar oleh polisi. Setelah Slamet ditangkap, polisi pun menggeledah Kantor BUMD Tanjungpinang di Jalan Pelantar III, Tanjungpinang Barat. Selain membawa sejumlah berkas, polisi juga memasan garis polisi di kantor perusahaan plat merah tersebut.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah sangat marah mendengar kasus ini. Ia merasa sangat malu.

“Dia (Slamet) itu buat malu saja. Lapak pasar pun dijual-belikan,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh jajarannya untuk belajar dari kasus ini, dan tidak main-main dengan hukum.

“Jangan main-main dengan uang, jangan bekerja curang,” tegasnya.

amry sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com