SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

KDN Pelopori Dialog Kerukunan Umat Beragama

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Maret 2017 | 11:54
  • Dibaca : 503 kali
KDN Pelopori Dialog Kerukunan Umat Beragama

BINTAN – Rasa kebhinnekaan di Bintan telah memudar karena munculnya sifat ego sektoral dalam kehidupan bermasyarakat. Kondisi itu membuat sikap toleransi antar sesama mulai hilang. Lemahnya penegakan hukum oleh aparat terkait dan timbulnya sifat fanatisme daerah membuat rentannya keberagaman umat beragama di Indonesia, khususnya di Bintan.

“Banyak penyebab lain yang menjadi faktor memudarnya kebhinekaan. Indonesia belum mempunyai demokrasi ideal, karena ini dapat mencoreng hidup kerukunan umat beragama dan berbangsa,” ujar Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bintan Syafrizal dalam dialog Kelompok Diskusi Nusantara (KDN) di Gedung LAM Bintan, Rabu (22/3).

Dia mengatakan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap makna kebhinekaan juga jadi penyebab kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Apalagi, kata dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) mendorong serangan informasi secara masif juga menyebabkan kurang harmonisnya kehidupan masyarakat, disatukan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Hal ini jadi tantangan bagi kita semua, bagaimana makna Bhinneka Tunggal Ika bisa kita pahami demi menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Sementara, Ketua KDN Billy Jennawi mengatakan, kegiatan dialog membahas keberagaman hidup beragama bukan kali ini saja digelar. Menurut dia, pudarnya sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat harus jadi perhatian bersama bila ingin lingkungan hidup aman dan damai.

Bintan, kata dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang itu, merupakan salah satu wilayah paling kondusif. Meski demikian, semua pihak tak harus terlena dengan kondisi saat ini. Perlu perhatian bersama agar kehidupan masyarakat mengedepankan sikap toleransi antara sesama umat beragama.

“Kami dari KDN berupaya bagaimana menciptakan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup kerukunan umat beragama. Melalui dialog seperti ini kami berharap, masyarakat bisa memahami arti penting dari Bhinneka Tunggal Ika tersebut,” ujarnya.

Dalam dialog sehari itu, KDN mengundang pembicara dari Kemenag Bintan, FKUB Bintan serta kepolisian. Hadir sebagai peserta tokoh-tokoh agama baik dari Katolik, Protestan, Islam, Konghucu serta Hindu dan Budha, hadir juga dari GP Ansor Bintan, PATEN, serta Pemuda Pansasila.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com