SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kejati Tangani Kasus Pasar Palmatak

  • Reporter:
  • Jumat, 15 Maret 2019 | 09:39
  • Dibaca : 183 kali
Kejati Tangani Kasus Pasar Palmatak
ilustrasi

ANAMBAS – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri mengambil alih kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Palmatak setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Natuna mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan kepada Ketua Koperasi Sekar Wangi Palmatak Rustam oleh pengadilan.

“Ya kami memang banding atas putusan pengadilan yang memutuskan empat tahun penjara. Saat ini perkara pasar miring itu sudah ditarik ke Kejati,” ujar Kajari Kabupaten Natuna Juli Isnur, Kamis(14/3).

Juli mengatakan, kasus korupsi pembangunan Pasar Palmatak itu saat ini sudah diambil oleh Kejati Kepri.
Ketika disinggung alasan Kejaksaan melakukan banding terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan pasar tersebut, ia belum bisa menyampaikan karena berkas perkara sudah diambil alih oleh Kejati Kepri. Untuk pengalihan perkara tersebut merupakan hal biasa dikejaksaan karena ada beberapa pertimbangan.

“Kasus ini diambil alih Kejati Kepri sudah hal yang lumrah. Misalnya perkara yang ditangani Kejari diambil alih Kejati begitu juga ada perkara yang diambil oleh Kejagung dari Kejati. Hal seperti ini sudah biasa terjadi,” katanya.

Ia juga menyampaikan tidak tertutup kemungkinan ada penambahan tersangka dalam kasus pembangunan pasar di Payalaman Kecamatan Palmatak. Namun saat ini, Juli tidak mau berspekulasi terlalu jauh karena berkas perkaranya sudah diambil alih oleh Kejati. Pihaknya hanya bisa melakukan koordinasi dan menunggu perkembangan lebih lanjut dari Kejati Kepri.

“Saya tidak mau berspekulasi dalam kasus ini. Kami sifatnya hanya koordinasi dan menunggu arahan dari Kejati,” ujarnya.

Penasehat Hukum Rustam, Tomi Mardiansyah yang dimintai tanggapannya mengenai hal ini mengaku belum menerima memori banding atas perkara itu. Bila memang ada upaya banding dari kejaksaan, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan kliennya.

“Sampai hari ini saya belum ada menerima pemberitahuan banding dan memori bandingnya. Kalau memang kejaksaan melakukan banding maka saya akan koordinasi dengan klien dulu,” ujarnya.

Sinyal bakal adanya penambahan tersangka baru pun, sebelumnya pernah disampaikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa, Muhammad Bayanullah. Saat itu Kacabjari Tarempa mengatakan kemungkinan penambahan tersangka bisa saja terjadi tergantung hasil pengembangan penyelidikan.

“Apabila nantinya akan ada penetapan tersangka, selanjutnya akan dimuat dalam surat penyidikan lanjutan. Nanti kita dalam dulu kasus ini, kalau memang ada temuan dari pengembangan bisa saja tersangka bertambah,” ujarnya.

jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com