SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kelangkaan Ikan di Natuna Mengemuka, Polda Kepri Sosialisasi Pemberdayaan Nelayan

  • Reporter:
  • Selasa, 25 September 2018 | 10:05
  • Dibaca : 73 kali
Kelangkaan Ikan di Natuna Mengemuka, Polda Kepri Sosialisasi Pemberdayaan Nelayan
Sosialisasi pemberdayaan nelayan digelar Polda Kepri di Natuna Hotel, Seniin (24/9).

NATUNA – Direktorat Intelkam Polda Kepri menggelar sosialisasi pemberdayaan nelayan untuk menghadapi persaingan global di Natuna Hotel, Senin (24/9). Persoalan kelangkaan ikan dan harga ikan mengemuka.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti Diikuti 60 orang perwakilan nelayan dari seluruh kecamatan dan difasilitasi Ka-Subdit 2 Intelkam Polda Kepri Kompol Joko Priatono serta lima orang narasumber. Mereka adalah Kepala Disprindag Kabupaten Natuna Helmi Wahyuda, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Beni Suparta, Perwakilan Perusda Iwan Ketua HNSI Cabang Natuna Zainudin Hamzah, dan Manajer Perindo Natuna Indrayogi.

Ka-Subdit 2 Intelkam Polda Kepri Kompol Joko Priatono mengatakan, kegiatan sosialisasi digelar dilaksanakan karena adanya laporan ke Polda Kepri perihal kelangkaan ikan di Natuna. Polda menilai, kondisi ini tidak wajar terjadi di Natuna karena kabupaten ini merupakan bagian dari lumbung ikan nasional.

“Ini kaitannya dengan ketahanan pangan dan terasa tidak wajar kalau di Natuna terjadi kelangkaan ikan,” kata Kompol Joko.

Joko berharap, kegiatan ini bisa menfasilitasi nelayan dan pihak yang berkenaan dengan perikanan dengan pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah. “Kami ingin nelayan Natuna menjadi nelayan modern agar dapat bersaing di kancah global,” sebutnya.

Pada acara itu mengemuka sejumlah persoalan. Harga ikan yang fluktuatif, keberadaan ikan yang bergantung musim dan migrasi ikan, sarana tangkap yang dimiliki nelayan, kemampuan nelayan masih tradisional, dan persoalan regulasi yang dinilai kurang menguntungkan bagi nelayan dan daerah Kabupaten Natuna.

“Untuk bisa bersaing di kancah global, kita mesti berbenah diri. Yang harus berbenah bukan hanya nelayan, tapi juga negeri ini. Kita tak akan mungkin bisa bersaing kalau aturan negara kurang berpihak seperti pembatasan wilayah kewenangan laut dan lainnya. Saya rasa ini masukan dari kami,” kata Hanafi, perwakilan nelayan Kecamatan Pulau Tiga.

Seluruh narasumber sepakat untuk memperjuangkan keperluan nelayan sesuai bidang masing-masing demi terjaminnya ketersediaan ikan sebagai bagian dari kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Semuanya ini menjadi pekerjaan pemerintah juga. Ada di antara persoalan yang sudah dan sedang kami tangani. Ada juga yang belum ditangani, seperti regulasi. Karena itu tidak mungkin bisa dilakukan pemerintah daerah saja. Yang jelas, semuanya kami koordinasikan dengan pihak terkait terutama pemerintah pusat,” kata Kadisprindag Natuna Helmi Wahyuda.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com