SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Keluarga Deli Cinta Mengamuk, Tak Terima Terdakwa Minta Hukuman 7 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Jumat, 3 Agustus 2018 | 11:08
  • Dibaca : 689 kali
Keluarga Deli Cinta Mengamuk, Tak Terima Terdakwa Minta Hukuman 7 Tahun Penjara
Ekspresi emosional keluarga mendiang Deli Cinta Sihombing yang tak terima terdakwa Dedi Purbianto dituntut 15 tahun penjara dalam persidangan di PN Batam, kemarin. /AINI LESTARI

BATAM KOTA – Persidangan kasus pembunuhan Deli Cinta Sihombing di Pengadilan Negeri Batam berlangsung ricuh. Keluarga korban mengamuk lantaran tak terima terdakwa Dedi Purbianto meminta dihukum 7 tahun penjara.

Dalam sidang dengan agenda penyampaian pledoi, Dedi melalui penasehat hukumnya Thamrin Pasaribu mengakui perbuatannya dan menyesal. Hanya saja, pihak terdakwa beranggapan bahwa tidak ada bukti yang kuat terlihat aksi pembunuhan yang dilakukan olehnya.

“Kami sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan pembunuhan sesuai dengan dakwan ketiga yakni pasal 338 KUHP. Hanya saja kami merasa bahwa tuntutan hukuman 15 tahun penjara sangat berat dan kami meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman 7 tahun penjara,” kata penasehat hukum terdakwa.

Nota pembelaan tersebut ditanggapi langsung oleh JPU Mega Tri Astuti. JPU Mega mengaku bahwa pihaknya tetap pada tuntutan. Tuntutan tersebut menurutnya telah sesuai dengan fakta persidangan baik keterangan para saksi maupun barang bukti yang dihadirkan.

Kendati JPU Mega mengaku tetap pada tuntutannya namun keluarga korban merasa tidak puas dengan tuntutan tersebut. Ibu korban, Rolis Silalahi mengamuk di ruang sidang. “Saya minta keadilan. Anak saya dibunuhnya. Rahangnya patah, hidungnya patah, bibirnya sumbing. Ini anaknya tak ada yang ngurus,” kata Rolis.

Rolis sempat menunjuk-nunjuk ke arah majelis hakim Taufik Nainggolan, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita. “Saya minta keadilan. Coba kalian pikir kalau anak kalian yang dibunuh. Aku ini janda, besarkan anakku sendiri. Anakku itu yang kasih makan aku. Sekarang anakku sudah mati,” teriaknya lagi.

Tak hanya Rolis, Budi Sihombing, kakak tertua korban juga mengamuk. Ia mengaku tidak puas dengan tuntutan JPU Mega yang dirasa tidak sesuai dengan nyawa adiknya yang melayang. “Saya minta penegak hukum bersikap adil. Kalau dia punya hak, kami juga punya hak. Kami minta pihak pengadilan arif bijaksana,” kata Budi.

Budi juga mengatakan, kematian Deli meninggalkan duka yang mendalam terhadap keluarga korban. Bahkan, kematian tersebut juga menyebabkan Petrus Darrel, anak korban mengalami trauma hingga saat ini.

“Keponakan kami ini dua hari dua malam sama mamaknya yang sudah mati. Sekarang anak ini trauma. Tiap saat dia merasa ketakutan,” kata Budi.

Kondisi jenazah korban yang cukup parah membuat keluarga semakin tidak terima. Jenazah korban ditemukan dalam keadaan naas. “Rahangnya patah, hidung patah, kemaluannya bengkak. Bahkan saat kami temukan keponakan kami bersama mamaknya, kami lihat juga ada luka di badan keponakan kami. Apakah pantas hukuman 15 tahun penjara ini. Kami tidak terima. Saya akan turunkan massa pada sidang minggu depan. Saya juga minta seluruh teman-teman saya dari IPK (Ikatan Pemuda Karya) untuk turut membantu saya agar keadilan ditegakkan. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sila kelima,” kata Budi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batam Filpan F. D Laia mengatakan bahwa tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa Dedi sudah sesuai dengan ketentuan. Ia mengaku telah memberikan tuntutan hukuman maksimal kepada terdakwa.

“Fakta persidangan sudah jelas bahwa terdakwa melanggar pasal 338 KUHP. Dan sesuai ketentuan yang ada dalam pasal tersebut, ancaman hukumannya yakni 15 tahun penjara. Jadi kita sudah memberikan tuntutan hukuman yang sesuai dengan pasal tersebut, hukuman maksimal,” katanya.

aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com