SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kembangkan Pertanian, Pemkab Karimun Butuh 1.000 Hektare

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Mei 2017 | 12:54
  • Dibaca : 208 kali
Kembangkan Pertanian, Pemkab Karimun Butuh 1.000 Hektare
ilustrasi

KARIMUN – Pemkab Karimun membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare lebih untuk pengembangan komoditas pertanian dari jenis bumbu dapur, seperti bawang merah, cabai dan banyak lagi. Kebutuhan tersebut berdasarkan hasil rapat gabungan Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama Dirjen Holtikultura di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Pada saatnya nanti hasil panen yang kita tanam ini akan bisa dijual keluar tapi tunggu eksyen dari tim yang turun mengecek kondisi dan struktur tanah. Setelahnya tim dari pusat itu nanti membawa eksportir yang sudah bekerjasama dengan pemerintah pusat,” ujar Rafiq di sela Safari Ramadan perdana di Masjid Baiturrahman Kelurahan Teluk Air Kecamatan Karimun, Sabtu (27/5).

Dia mengatakan, lahan di Kabupaten Karimun tidak bisa melakukan pencetakan sawah secara besar. Pasalnya, daerah Karimun terdiri dari gugusan pulau-pulau, sehingga lebih cocok dikembangkan komoditas holtikultura. Seperti sayur-sayuran, jagung, bawang, cabai dan lainnya. Menurut dia, minimal dibutuhkan lahan 300-500 hektare untuk bawang merah, selain itu jagung manis 500 hektare.

Dengan bantuan dari pemerintah untuk perluasan areal pertanian, maka Kabupaten Karimun juga akan mendapatkan bantuan alat pertanian. Seperti traktor dan banyak lagi, yang saat ini sedang diurus Dinas Pertanian. Sedangkan lahannya, kata dia, dikonsep secara terpisah-pisah. Di Pulau Karimun lahan di fokuskan sekitar Guntung Darussalam Kecamatan Meral Barat. Untuk Kecamatan Buru di Pulau Gunung Papan, daerah Tanjungbatu Kecil.

“Termasuk juga di Pulau Belat dan Pulau Kundur. Realisasinya dalam tahun ini akan kita kembangkan. Mudah-mudahan ini bisa mendorong dan menimbulkan minat masyarakat sehingga terpacu,” harapnya.

Untuk persiapan awal, kata dia, Pemkab hanya menyiapkan lahan. Sedangkan untuk bibit dan lainnya disediakan pemerintah pusat. Kemudian lahan milik kelompok tani akan menjadi sasaran dalam pengembangan pertanian dan akan terpisah di hampir semua pulau-pulau.

Menurut dia, jika program ini berhasil, tidak perlu berbicara ekspor tapi diutamakan untuk swasembada pangan khusus lokal terlebih dahulu. “Intinya bagiamana ketahanan pangan kita terpenuhi setelahnya baru akan dilakukan ekspor,” katanya.

Sedangkan kesiapan petani sudah dikoordinasikan melalui Dinas Pertanian dan dinyatakan siap. Semua kelompok tani akan dilibatkan dan jumlahnya cukup banyak. Kalau beberapa waktu lalu didorong dengan skala besar tapi lahan belum mencukupi. Namun dengan adanya ekportir yang ditunjuk pemerintah pusat maka ini harus dimanfaatkan.

“Kita khawatirnya ketika panen raya pemerintah tidak sanggup mengambil barangnya, kasihan petani kan. Tapi kalau sudah ada eksportir yang mampu dan mau untuk ini kita dorong. Pemerintah daerah siap bekerjasama dalam pengembangan pertanian,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com