SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kembangkan Potensi si Kecil

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Mei 2018 | 16:08
  • Dibaca : 70 kali
Kembangkan Potensi si Kecil

SETIAPanak adalah individu yang unik dan punya potensi untuk berkembang. Orang tua harus memahami tahapan dan aspek potensi anak agar dapat mendukungnya menjadi generasi maju.

Agar anak memiliki tumbuh kembang optimal, orang tua harus menggali aspek tumbuh kembangnya. Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga, mengatakan, ada lima aspek penting yang mesti dipenuhi orang tua agar anaknya bisa tumbuh dan berkembang optimal, mencakup aspek fisik, kognitif, bahasa, emosi, dan sosial. Fisik adalah aspek yang paling terlihat dan penting untuk diperhatikan yang meliputi kesehatan dan kebugaran fisik.

“Pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi seimbang, aktivitas gerak yang cukup, serta berat badan ideal,” ujar Anna dalam acara SGM Eksplor Dukung Potensi si Kecil Jadi Anak Generasi Maju melalui Pemenuhan Nutrisi & Edukasi. Kemampuan berpikir dan bernalar anak (kognitif) juga harus dikembangkan, bukan saja melalui edukasi formal, melainkan juga lewat permainan seperti bermain puzzle . Sementara itu, aspek bahasa membantu anak mengembangkan perspektif hingga mengeksplor dunianya lebih luas. Menurut Anna, salah satu bekal hidup untuk menghadap dunia adalah kemampuan mengelola emosi dengan baik. Inilah yang perlu diasah pada anak.

Di samping itu, anak perlu mengenal lingkungannya, orang-orang di sekitarnya, hingga pentingnya hidup berdampingan. “Di sinilah peran aspek agar anak bisa tumbuh dan bersosialisasi dengan baik,” kata psikolog yang akrab disapa Nina itu. Orang tua diharapkan dapat secara bertahap dan terus-menerus menstimulasi kelima aspek tumbuh kembang tersebut, yang dapat mendukung si kecil menjadi anak generasi maju. Hal ini diperlukan karena lima potensi anak generasi maju tidak tumbuh instan, tetapi perlu dikembangkan sejak dini. Marketing Manager SGM Eksplor Astrid Prasetyo menjelaskan, sejalan dengan visi SGM Ekplor, pihaknya percaya bahwa setiap anak Indonesia berhak maju dan memiliki masa depan yang cerah sehingga dapat meraih cita-citanya.

“Selama lebih dari 60 tahun SGM Eksplor telah mendukung orang tua Indonesia dengan melengkapi kebutuhan nutrisi si kecil untuk mendukungnya memiliki lima potensi prestasi anak generasi maju yang cerdas kreatif, tumbuh tinggi & kuat, supel, mandiri, dan percaya diri,” beber Astrid. Selain memberikan dukungan berupa nutrisi, SGM Eksplor juga memberikan edukasi nutrisi bagi orang tua untuk membantu memastikan asupan nutrisi yang baik bagi si kecil. Pada 2018 ini SGM Eksplor memperluas lagi dukungannya dengan memberikan bantuan dari sisi pendidikan yang merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan generasi maju Indonesia.

Sebagai wujud nyata terhadap komitmen SGM Eksplor di bidang pendidikan, pada 2018 ini SGM Eksplor akan mengajak orang tua merayakan dan mendukung bakat atau potensi prestasi yang ada pada setiap anak Indonesia melalui kegiatan Sahabat Generasi Maju. “Untuk berpartisipasi, ibu dapat mengunggah cerita potensi prestasi si kecil melalui Facebook Aku Anak SGM dari 19 April-10 Juni 2018,” tutur Astrid. Saat ini terdapat 84 juta anak di Indonesia yang mewakili sepertiga populasi Indonesia. Kualitas tumbuh kembang mereka perlu mendapat perhatian serius berbagai pihak karena mereka adalah calon generasi penerus bangsa.

Salah satu kunci kemajuan Indonesia mendatang tergantung pada kualitas anak-anak saat ini. Karena itu, perlu dilakukan langkah yang tepat disertai dukungan berbagai pihak. “Termasuk pihak swasta dan masyarakat, untuk dapat turut andil dalam mendukung terwujudnya generasi yang tumbuh tinggi dan kuat, cerdas kreatif, supel, mandiri, serta percaya diri, sehingga menjadi generasi maju untuk Indonesia maju pada masa mendatang,” ungkap pemerhati pendidikan usia dini, Dr Capri Anjaya SPd MHum. Faktor lingkungan juga berperan penting dalam masa tumbuh kembang anak.

Penelitian telah menunjuk – kan bahwa separuh potensi kecerdasan seseorang dikembangkan pada usia 4 tahun. Intervensi anak usia dini dapat memiliki efek jangka panjang pada kapa – sitas intelektual, kepribadian, dan perilaku sosial. Karena itu, masa lima tahun pertama kehidupannya merupakan masa yang sangat peka ter – hadap lingkungan. Masa ini berlangsung sangat pendek dan tidak dapat diulang lagi.

Sri noviarni

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com