SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kena Pelebaran Jalan, Aset Pemerintah Ikut Dirobohkan

Kena Pelebaran Jalan, Aset Pemerintah Ikut Dirobohkan
Pelebaran jalan. Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Pemko Batam kembali melanjutkan proyek pelebaran jalan. Bangunan dan gedung yang berada di Right of Way (ROW) jalan akan dirobohkan agar tak mengganggu pengerjaan jalan, termasuk sejumlah aset-aset milik pemeritah.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, sejumlah aset pemerintah terkena dampak proyek pelebaran sejumlah ruas jalan. Untuk itu, Pemko Batam akan berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri. “Kami akan bahas dengan tim sendiri. Ini juga akan dikoordinasikan dengan BPKP Kepri,” ujarnya, Senin (15/5).

Pemko akan segera mendata seluruh aset yang terkena dampak proyek pengerjaan pelebaran jalan di sejumlah titik. Tidak hanya yang aset yang terpaksa dirobohkan seperi halte bus, juga aset yang berkurang nilainya.

Dari identifikasi awal, sejumlah aset yang pasti terkena dampak adalah halte bus, Kantor Lurah Kampung Seraya dan beberapa pedestrian. “Pada prinsipnya tak ada masalah. Tapi kami tetap akan berkoordinasi,” kata Amsakar.

Selain aset pemerintah, sejumlah aset swasta juga terkena dampak dari pelebaran jalan. Sebut saja seperti bangunan dan billboard sepanjang jalan Simpang BNI hingga Simpang Jam. Pemko juga sudah menyampaikan masalah ini dengan pemilik bangunan dan melakukan pembicaraan sebelumnya.

Salah satu bangunan yang harus pindah akibat pelebaran jalan adalah marketing galery milik Apartement Oxley. Padahal mereka sudah mendapat izin mendirikan bangunan (IMB) permanen dari BP Batam.

“Kami bayar UWT untuk lahan itu. Ketika kami mendapat bufferzone itu, ada surat yang menyatakan bahwa boleh membangun bangunan non permanen seluas 5 persen selama UWTO berlaku. Kami minta solusi untuk ini,” kata perwakilan Apartement Oxley, Andi.

Saat ini proyek pembangunan Apartment Oxley sedang dalam proses. Sementara menunggu pembangunan, pihak Oxley mendirikan marketing galery untuk mendukung proses penjualan produk mereka.

Rencananya marketing galery baru akan dipindahkan jika lantai satu sampai tiga Apartment Oxley selesai dikerjakan. Menurut estimasi, setidaknya butuh waktu dua hingga tiga tahun hingga progres tersebut dicapai. “Kalau bangunan sudah naik sampai tiga lantai, barulah galery dipindahkan ke dalam buliding kami,” katanya.

Tak Ada Hambatan
Wali Kota Batam Muhammad Rudi memastikan tidak akan ada hambatan saat pelebaran jalan dimulai. Namun pantauan KORAN SINDO BATAM, sejumlah bangunan masih berdiri kokoh di ROW jalan yang akan dilebarkan.

Dari sejumlah jalan yang akan dileberkan seperti Jalan Fisabilillah atau Simpang BNI, sejumlah bangunan masih berdiri kokoh seperti videotron, reklame termasuk juga halte bus dan bangunan lain yang saat ini baru dibangun sebagai lokasi apartemen. Di lokasi tersebut, meskipun dibangun secara bertahap sejumlah bangunan akan dirobohkan supaya tidak ada hambatan pelebaran jalan dari Simpang BNI ke Simpang Jam ini.

Berpindah lokasi, di Jalan Sudirman (Simpang Polsek Lubukbaja) Pemko akan membangun lengan jalan dan pembangunan dalam waktu dekat akan dilaksanakan.

Sedangkan di Jalan Pembangunan akan banyak bangunan yang akan terkena dampak pelebaran jalan seperti pedesterian dan halte milik Pemko sendiri. Di lokasi lain juga beberapa aset milik Pemko harus dirobohkan seperti pagar Kantor Lurah Seraya di Jalan Raja Ali haji (Hotel Planet Holiday menuju Simpang Graha Sulaiman) yang juga akan dilebarkan.

Untuk Jalan Sriwijaya atau Simpang Telkom menuju Terowongan Pelita terlihat sejumlah kios sudah mulai dirobohkan oleh pemiliknya. Wali Kota juga mamastikan agar bangunan lain yang menggunakan ROW segera dirobohkan seperti bagian taman Hotel Aston termasuk tiang bendera. “Silahkan bongkar sendiri,” ujarnya di sela-sela peninjauan enam titik pelabaran jalan.

Berpindah ke Jalan Teuku Umar atau Simpang Telkom lurus menuju jalan Raden Fatah sejumlah pemilik kios juga sudah merobohkan bangunan mereka tanpa paksaan dari pemerintah. Wali Kota berharap hal ini juga dilakukan oleh pemilik kios yang berada di ROW jalan yang akan dilebarkan tahun ini. “Sebagian pembangunan jalan sudah mulai,” ujarnya.

Dia berharap semua titik jalan yang dibangun tahun ini sesuai dengan yang direncanakan. Setidaknya bulan depan semua proses lelang sudah selesai dan mulai dikerjakan mengingat pada November semua proyek ditargetkan sudah selesai. “Kalau perlu hindari dulu melalui jalan yang sedang kami bangun agar tak macet,” kata Rudi.

Kepala Dinas Perhubungan Yusfa Hendi mengatakan, sejumlah halte bus Trans Batam yang masuk daftar aset memang kena dampak pelebaran jalan. Halte di Simpang BNI misalnya, yang telah dirobohkan untuk pelebaran jalan. Namun pihaknya tak masalah dengan hal tersebut. Untuk keperluan penumpang Trans Batam, dia akan menyiapkan rambu khusus. “Kita akan siapkan plang bagi penumpang Trans Batam,” kata Yusfa.

fadhil/sarma haratua siregar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com