SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kenaikan Pajak Hiburan 20 Persen Matikan Pengusaha

  • Reporter:
  • Rabu, 13 Desember 2017 | 13:02
  • Dibaca : 293 kali
Kenaikan Pajak Hiburan 20 Persen Matikan Pengusaha
ilustrasi

LUBUKBAJA – Pengusaha tempat hiburan meresahkan kenaikan tarif pajak hiburan dari 15 persen menjadi 35 persen yang mulai berlaku tahun depan. Kenaikan tarif yang tinggi ini dinilai dapat mematikan usaha hiburan di Batam.

Sebelumnya tarif pajak hiburan diterapkan sebesar 15 persen sesuai Perda Nomor 5 tahun tentang Pajak Daerah. Namun dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemko mengajukan kenaikan pajak pada 2016 lalu. Dalam pembahasan bersama Pemko dan DPRD Batam, akhirnya disahkan Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang Perda Nomor 5 tahun tentang Pajak Daerah. Di dalam perda tersebut, diterapkan sejumlah pajak sesuai usaha hiburan. Kenaikan tertinggi dialami tempat hiburan diskotik, klub malam dan sejenisnya dari 15 persen menjadi 35 persen, atau naik sebesar 20 persen.

Ketua Asosiasi Jasa Hiburan (Ajahib) Kota Batam, Gembira Ginting mengatakan, pemerintah diminta peka terhadap kondisi perekonomian yang sedang lesu saat ini dengan melibatkan pengusaha hiburan dalam setiap event-event yang diselenggarakan. Bukan malah menaikan tarif pajak hiburan.

Pihaknya sudah banyak menerima laporan dari pengusaha yang akan berhenti beroperasi karena jasa hiburan sudah semakin sepi dan tidak bergairah lagi. “Sudah hampir 10 tahun ini jasa hiburan mati suri. Apalagi ditambah kenaikan tarif pajak yang semakin tinggi ini,” ujarnya kepada KORAN SINDO BATAM, Selasa (12/12/2017).

Menurut dia, Pemko Batam harus segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Di antaranya dengan melibatkan Ajahib dalam setiap agenda pariwisata dan tidak menaikkan tarif pajak tinggi. “Saya kadang lucu juga. Usaha sudah semakin mati kok tarif malah dinaikkan lagi,” kata Gembira.

Dia mendukung penuh langkah pemerintah daerah untuk meningkatkan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam. Namun langkah itu harus diselaraskan dengan sektor-sektor lainnya, seperti perhotelan dan hiburan. “Cobalah lihat di lapangan. Apakah masih ada yang beroperasi atau tidak. Karena usaha hiburan sudah tak menarik lagi,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com