SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kepri Butuh Tambahan 98 Tenaga Kesehatan, Akan Ditempatkan di Daerah Perbatasan

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Juli 2018 | 14:04
  • Dibaca : 392 kali
Kepri Butuh Tambahan 98 Tenaga Kesehatan, Akan Ditempatkan di Daerah Perbatasan
ilustrasi

PINANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mengajukan penambahan 98 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya tenaga kesehatan di Kepri masih kurang untuk ditempatkan di daerah perbatasan.

Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, pengajuan CPNS itu sejak tahun lalu. Namun hingga 2018 ini, pengajuan itu tak kunjung mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat.

“Ke-98 orang CPNS ini, nantinya akan disebar di kabupaten/kota di Kepri yang masih kekurangan dokter, perawat dan tenaga medis lainnya dan akan ditempatkan di rumah sakit dan puskesmas,” katanya di Tanjungpinang, Rabu (4/7/2018).

Pengajuan formasi CPNS ini, sudah dijaukan melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kepri dan diteruskan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Ia menjelaskan, pengajuan itu sudah sesuai pengecekan menyeluruh dan memang mengalami kekurangan tenaga medis seperti dokter dan perawat.

“Kita sudah ajukan formasi itu sejak pertengahan tahun 2017 lalu. namun penerimaan CPNS hingga saat ini belum ada kepastian. Menurut pihak BKDSDM masih menunggu turunya keputusan dari pusat. Sebab pengajuan yang telah kita ajukan belum disetujui,” ujarnya.

Ia berharap, keputusan penerimaan formasi CPNS di Kepri ini akan secepatnya disetujui, sehingga kekurangan tenaga medis dan lainnya bisa dipenuhi. Dengan begitu, pelayanan di rumah sakit dan puskesmas di daerah akan tercukupi.

“Yang terpenting tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di daerah perbatasan akan tercukupi. Namun, secara keseluruhan saat ini seperti di Natuna, Anambas dan Lingga untuk dokter sudah ada, namun masih perlu tambahan,” katanya.

Pemprov Kepri sebelumnya telah mengajukan usulan penerimaan CPNS tahun 2018 ini sebanyak 400 orang. Dari 400 orang ini dibagi tiga formasi yang dibutuhkan, tenaga kesehatan, pengajar dan tenaga administrasi. Namun, Kemenpan-RB belum menyetujui dan memastikan kapan akan dibuka untuk Kepri.

“Kita belum dapat memastikan jadwal penerimaan CPNS tahun 2018 ini. Sebab, pengajuan formasi CPNS belum direspon Kemenpan-RB dengan belum keluarnya Surat Keputusan (SK) persetujuannya,” kata Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah.

Untuk penerimaan CPNS tahun 2018 ini, kata Arif, Pemprov Kepri lebih mengutamakan untuk tenaga teknis. Dan dari 400 CPNS ini nantinya yang akan direkrut terbanyak untuk dua formasi yakni tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Sebab, untuk tenaga admistrasi sesuai arahan pusat di setiap pemerintahan harus dikurangi. Dimana disarankan agar lebih mengutamakan perekrutan CPNS untuk tenaga teknis, terutama yang langusung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kepala BKDSDM Kepri, sudah melakukan pendataan dari semua OPD,” kata Arif.

Selain itu untuk tenaga kesehatan dan pendidik ini menjadi prioritas gubernur, terlebih untuk guru dimana setelah adanya kebijakan sekolah SMA/SMK sederajat beralih kewenanganya ke Provinsi. Begitu juga dengan tenaga kesehatan baik itu dokter dan perawat, sudah sangat diharapkan untuk ditempatkan di daerah-daerah perbatasan.

“Kita sudah meneriman laporan terkait tenaga pendidik di Kepri untuk tingkat SMA/SMK ini sudah banyak yang akan masuk masa pensiun. Sehingga, harus segera dilakukan regenerasi, jangan sampai terputus. Begitu juga tenaga kesehatan yang masih kurang,” katanya.

Adapun penambahan 400 CPNS itu terbagi tiga formasi yakni tenaga kesehatan sebanyak 98 orang, tenaga pengajar 193 orang dan formasi bagian umum sebanyak 109 orang.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com