SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kerugian Negara Rp5,054 Miliar

  • Reporter:
  • Jumat, 11 Januari 2019 | 09:08
  • Dibaca : 89 kali
Kerugian Negara Rp5,054 Miliar
Hariyadi dan Berto (rompi merah) tertunduk saat digiring petugas Kejari Tanjungpinang menuju Rutan Tanjungpinang, Kamis (10/1). Penahanan dilakukan selama 20 hari untuk melengkapi surat dakwaan agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang. /M BUNGA ASHAB

PINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menjebloskan Hariyadi dan Berto Riawan, dua tersangka dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Dompak ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang, Kamis (10/1). Penahanan selama 20 hari untuk melengkapi surat dakwaan agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungpinang untuk disidang.

Adapun Hariyadi selaku pejabat pembuat komitmen dan Berto selaku penyedia dan Direktur Cabang PT Karya Tunggal Mulyadi Abadi diduga melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara senilai Rp5,054 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Budi Sastera mengatakan, pihaknya telah menerima berkas dan dua tersangka dari Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Tanjungpinang. Budi menjelaskan, dari berkas perkaranya kedua tersangka melakukan tindak korupsi pekerjaan lanjutan bangunan fasilitas Pelabuhan Dompak.

“Selain berkas dan tersangka, kita ada juga menerima barang bukti berupa uang tunai Rp250 juta dan sertifikat satu unit ruko milik tersangka Hariyadi,” ujar Budi di Kejari Tanjungpinang, Tanjungpinang, kemarin.

Setelah diperiksa berkas dan kedua tersangka, selanjutnya keduanya ditahan di Rutan Tanjungpinang untuk menjalani proses berikutnya. Dalam perkara ini jaksa yanga menananginya adalah Budi Sastera, Nolly Wijaya, Gustian Juanda Putra dan Destia. Hariyadi dan Berto diduga melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 atau Pasal 56 KUHP.

“Keduanya langsung kita tahan di Rutan. Kita sesegera mungkin menyusun surat dakwaan untuk melimpahkannya ke pengadilan,” ujar Budi.

Sementara itu, Hariyadi dan Berto hanya tertunduk saat digiring petugas kejaksaan menuju Rutan Tanjungpinang. Hariyadi dan Berto irit bicara terkait proses hukum yang akan dijalaninya. “Ya mau gimana lagi, dijalani saja,” kata Hariyadi.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali menyampaikan untuk kasus dugaan korupsi Pelabuhan Dompak berkas dan tersangka sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Dalam kasus ini kedua tersangka bekerja sama untuk menggrogoti keungan negara.

“Setelah kita limpahkan tanggung jawab penahanan kedua tersangka sudah kewenangan jaksa penuntut umum,” ujar Ali di Mapolres Tanjungpinang.

Dalam perkara ini kedua tersangka melaksanakan dugaan tindak pidana korupsi pada pekerjaan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak tahun 2015 yang dilaksanakam kontraktor Kantor KSOP Kelas II Tanjungpinang. Dana pembangunan lanjutan ini bersumber dari APBN 2015 dengan pagu anggaran Rp10 miliar dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp9,783 miliar.

Modus operandi tersangka adalah pelaksanaan pembangunan fasilitas Pelabuhan Dompak tidak sesuai dengan nilai kontrak. Adapun paket pekerjaan terdiri dari persiapan, pekerjaan area pelabuhan (pagar, penerangan, break water, dan kebus beton), taman parkir dan perlengkapan pelabuhan, pekerjaan gerbang/gapura dan finisihing. Pengerjaan dilaksanakan selama 90 hari kalender dari tanggal 29 September 2015 sampai 27 Desember 2015. Hingga batas waktu akhir kontrak PT Karya Tunggal Mulya Abadi tidak sepenuhnya melaksanakan pekerjaan.

m bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com