SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Minim

  • Reporter:
  • Jumat, 8 Februari 2019 | 15:13
  • Dibaca : 124 kali
Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak Minim
Ilustrasi Dok SINDOBATAM

BATAM KOTA – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri dan UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Batam Center mengelar razia kendaraan roda dua dan roda empat di depan Edukits, Batam Center, Kamis (7/2) siang. Razia dilaksanakan untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan. Berdasarkan data BP2RD Kepri sebanyak 40 persen masyarakat Batam tidak peduli pajak.

Razia pajak kendaraan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli, serta jajaran Satlantas Polresta Barelang yang juga mengelar razia kendaraan.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan, razia pajak kendaraan ini bertujuan agar masyarakat sadar akan pajak, sehingga pendapatan daerah terus meningkat. “Target PAD tahun ini adalah Rp1,1 triliun,” kata Isdianto.

Karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pajak, Isdianto dan BP2RD akan melakukan sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak. Sehingga masyarakat paham atas kewajiban jika memiliki kendaraan.

“Ini juga bentuk kurangnya sosialisasi juga, jadi kami berencana akan menurunkan tim BP2RD ke masyararakat terkait pajak ini,” ujarnya.

Pemerintah saat ini harus aktif kepada masyarakat, di mana ada program jemput bola dengan cara melakukan penagihan ke rumah-rumah. Selain itu juga pemerintah harus melakukan upaya paksa jika masyarakat belum sadar juga terkait pajak.

“Setiap membeli kendaraan, baik itu roda dua, roda empat, itu sudah ada tanggungan membayar pajak,” ungkap Isdianto.

Kepala BP2RD Kepri Reni Yusneli mengatakan, pemilik kendaraan di Batam tergolong banyak yang tidak sadar pajak, karena pajak ini adalah urutan terakhir dalam pengeluaran keluarga. Sehingga, pemasukan daerah melalui pajak kurang optimal.

“Kami akan melakukan razia selama 18 kali pada tahun ini di Batam. Pasalnya, pendapatan daerah melalui pajak kendaraan di Batam khususnya sangat minim,” kata Reni.

Razia ini baru pertama kali digelar di Batam, dan ke depannya akan terus dilaksanakan di beberapa tempat, baik itu di Batuaji, Sekupang, atau Nongsa. “Hari ini (kemarin) mungkin razia sudah bocor, jadi besok-besok kami akan lakukan secara mendadak,” ujarnya.

Saat menggelar razia serupan di Tanjungpinang, BP2RD mendapat pemasukan Rp40 juta lebih dari pendapatan pajak kendaraan. Hal itu dapat dikatakan bahwa kesadaran masyarakat masih kurang tentang pajak. “Itu baru Tanjungpinang, apalagi Batam yang padat kendaraan seperti ini,” kata Reni.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com