SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Ketika Wisman Ikut Memuji Masjid Sultan

  • Reporter:
  • Sabtu, 21 September 2019 | 15:02
  • Dibaca : 1073 kali
Ketika Wisman Ikut Memuji Masjid Sultan
Wisman dari negara tetangga hadiri Tablig Akbar Kemilau Muharram 1441 H di Masjid Mahmud Riayat Syah Batam, Jumat (20/9/2019).

MASJID Sultan Mahmud Riayat Syah Batam di Batuaji, terlihat memesona. Banyak yang memuji kemegahan dan indahnya arsitektur masjid tersebut. Pujian itu tak hanya mengalir dari warga Batam, namun juga wisatawan mancanegara (wisman). Tak tanggung-tanggung, tercatat ada dua ribu lebih wisman yang hadir saat peresmian penggunaan masjid terbesar se-Sumatera itu, Jumat (20/9/2019).

FADHIL, Batam

Tangan perempuan berhijab itu merogoh tas yang ia selempangkan di badannya. Tak berselang lama, ia mengangkat tangan dengan ponsel yang ia ambil dari tasnya tadi. Sejurus kemudian, ia berswafoto. Beragam pose ia abadikan.

Puas dengan hasil fotonya, perempuan dengan kebaya hitam itu mengembalikan lagi ponselnya ke dalam tas. Ia kembali berbincang dengan rekannya.

Perempuan itu Azizah, wisman asal Johor Bahru, Malaysia. Ia datang bersama puluhan rekannya dalam satu rombongan. Kala itu, ia tengah mengikuti rangkaian peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam. Ia merupakan satu dari dua ribu lebih wisman dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Brunai Darussalam yang ikut dalam kegiatan yang dihadiri puluhan ribu jemaah itu.

Saye excited lah, jemaahnye ramai,” katanya semringah.

Semula ia datang ke Batam diajak rekannya untuk mendengarkan tausiah dari Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Kazim Elias. Tausiah dari ustaz asal Indonesia dan Malaysia itu sejalan dengan peresmian Masjid Sultan.

“Sebelum masuk, tadi ambil foto-foto di luar, masjidnya besar,” kata dia.

Meskipun masjid itu belum sepenuhnya selesai, Azizah menyampaikan kekagumannya karena Masjid Sultan mampu menampung jemaah yang begitu banyak. “Masjidnya cantek,” ujarnya.

Tak hanya Azizah, Noor Fatima yang merupakan Warga Negara (WN) Singapura juga memuji masjid itu. Ia mengaku, kunjungannya ke Batam bukan pertama kali. Ia kerap menyalurkan hewan kurban ke kota ini saat hari raya Idul Adha.

“Kami sering berwisata religi ke Batam. Saye datang bersama 153 orang dalam satu rombongan,” kata dia.

Ia menceritakan, di negaranya kegiatan serupa jarang diadakan sehingga Batam adalah tujuan saat hendak bersedekah atau melakukan kegiatan amal, termasuk mendengarkan tausiah. “Kalau ada kegiatan seperti ini biasanya langsung diinfokan,” ujarnya.

Tak hanya menikmati rangkaian kegiatan Takbir Akbar Kemilau Muharram 1441 H saja, ia juga memuji masjid besar yang baru diresmikan. Ia berjanji, kunjungan ini akan kembali ia lakukan di kemuadian hari.

“Besar, indah masjidnya. Masjid ini bisa jadi lokasi kami saat Idul Adha nanti untuk menyalurkan hewan kurban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pihaknya sengaja mengundang wisatawan mancanegara dalam kegiatan ini. Ia mencatat, lebih dari 2.000 wisman yang datang.

“Ini event yang paling banyak dihadiri wisman,” kata Ardi.

Bahkan, pihaknya sengaja membentuk tim untuk melayani para wisatawan tersebut agar tetap nyaman di tengah ribuan jemaah lain yang hadir. Pihaknya juga memberikan tempat khusus di bagian depan.

“Ini bagian dari pelayanan kita agar wisman terkesan dan kembali lagi ke Batam,” kata dia.

Ia mengaku, Masjid Sultan adalah pelengkap sejumlah destinasi wisata yang ada di kota ini. Untuk itu, ia mengajak semua pihak bersama-sama menjaga dan merawat Masjid Sultan. “Ini ikon pariwisata religi kita. Alhamdulillah banyak wisman yang sudah tahu kemegahan masjid ini,” kata dia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar RI Rizki Handayani menyatakan, pariwisata Batam terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Selain memiliki destinasi wisata alam, daerah ini juga punya beragam event unggulan. Mulai dari sport tourism, festival kuliner, hingga seni budaya.

“Kini, pariwisata Batam semakin lengkap dengan hadirnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sebagai destinasi wisata religi. Masjid ini diyakini bakal mengundang rasa penasaran banyak wisatawan karena disebut-sebut menjadi masjid terbesar di Sumatera,” ungkapnya.

Bahkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, hadirnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi angin segar untuk perkembangan pariwisata Batam yang dinamis. Dengan hadirnya destinasi ini, kunjungan wisman dipastikan semakin meningkat.

“Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan saling mendukung destinasi-destinasi lain di Kota Batam. Saling melengkapi, sehingga Batam menjadi daerah yang kaya dengan atraksi. Belum lagi sederet event tahunan yang terus digelar. Saya yakin pariwisata Batam akan terus berkembang dan maju,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menyampaikan selain wisata religi, wisata kuliner Batam juga menjadi unggulan. Ia menyampaikan, selain enak, kuliner di Batam sangat beragam. Mulai dari makanan berat hingga sekadar camilan yang menggugah selera. Seperti mi tarempa, mi lendir, luti gendang, bingka bakar dan sebagainya. Tak hanya makanan khas Melayu, beragam masakan nusantara juga ada di Batam.

***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com