SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kieong Tewas di Tangan Anak Kandung

  • Reporter:
  • Selasa, 13 Maret 2018 | 15:38
  • Dibaca : 127 kali
Kieong Tewas di Tangan Anak Kandung
ilustrasi

BINTAN – Pagi berdarah menggegerkan warga Barek Motor, Kijang Kota, Bintan pada Senin (12/3/2018). Bong Jie Kieong (70), warga Jalan Rahayu RT 003/RW 008 meregang nyawa setelah menjadi korban keganasan putra kandungnya Heriawan (28).

Kieong yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir dan pengusaha taksi di Pelabuhan Sri Bintan Pura itu menjemput ajal setelah kehabisan darah usai dihajar Heriawan. Sebelum Kieong tewas, sempat terjadi keributan sekitar pukul 02.00 dini hari di kediamannya. Heriawan sebelum menghabisi ayah kandungnya, sempat terlibat pertikaian dengan abangnya, Herman. Tidak ada alasan yang mendasari keributan itu, tiba-tiba saja Heriawan mengomel dan memaki Herman.

Puncaknya, sekitar pukul 06.00 Heriawan mengamuk. Dia menghancurkan berbagai benda, termasuk sebuah sedan pelat kuning BP 1250 TU yang selama ini dipakai Kieong mencari nafkah dihancurkan seluruh kacanya. “Saya tidak tahu apa penyebabnya karena kalau dia (Heriawan) marah, selalu saya menjadi sasarannya,” kata Herman.

Miliki Riwayat Skizofrenia
Heriawan, pria 28 tahun yang tega menghabisi nyawa Bong Jie Kieong (70), ayah kandungnya disebut memiliki riwayat penyakit Skizofrenia. Namun demikian, penanganan penyakit yang diidap Heriawan tersebut tidak dilanjutkan oleh keluarganya.

Humas RSUD Bintan dr Muhammad Adrian Sitorus menyampaikan, sejauh ini pihaknya memang belum bisa menyimpulkan Heriawan mengidap gangguan kejiwaan. “Rencananya setelah kami tangani akan dirujuk ke RSUD Tanjunguban, namun dia kabur. Jika kita lihat riwayat medis berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, ia diduga mengidap Skizofrenia. Karena ia pernah menjalankan terapi atas kelainan itu, oleh pihak keluarga, namun terapinya tidak dilanjutkan,” terang Adrian.

Sementara Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahman menyampaikan hal yang sama. Pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelaku mengalami gamgguan kejiwaan atau tidak.

“Untuk hal itu, butuh keterangan dari psikiater untuk membuktikan kejiwaan dari pelaku. Kami masih dalami dan kumpulkan segala informasi,” ujar Rahman.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com