SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kisruh Penerimaan Siswa Baru

  • Reporter:
  • Rabu, 11 Juli 2018 | 10:42
  • Dibaca : 137 kali
Kisruh Penerimaan Siswa Baru
Ilustrasi Foto Agung Dedi Lazuardi.

PINANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kepri saban tahun ada masalah. Bahkan tahun ini terjadi sejak awal pendaftaran, berlanjut tahap pengumuman penerimaan.

Saat pendaftaran orang tua siswa dikeluhkan dengan akses pendaftaran melalui sistem online. Dimana wabesite bermasalah, tidak bisa diakses dan tak bisa mendaftar. Hal ini menyebabkan terjadinya keresahan bagi orang tua siswa di Kepri.

Permaslahan kembali muncul, saat pengumuman penerimaan, banyak orang tua yang mengeluh karena banyak anak mereka tidak diterima, padahal memiliki nilai bagus, punya prestasi, dan jarak sekolah dan rumah masih masuk zonasi.

Di Tanjungpinang misalnya, puluhan orang tua bergantian, antre mengadu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri di Dompak, Selasa (10/7). Mereka mempertanyakan nasib anaknya yang tidak diterima di sekolah yang diinginkannya sesuai pendaftaran.

Salah seorang di antara mereka yakni Murni. Warga Bukit Cermin Tanjungpinang Barat itu mengaku, anaknya tidak diterima di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Tanjungpinang. Ia mengungkapkan, nilai rata-ratanya 6,5 dan memiliki sejumlah prestasi. Dan jarak rumah dengan sekolah tak jauh.

“Sudah sesuai dengan zonasi yang diterapkan saat ini. Namun, kenyataanya anak saya tidak lulus di sekolah itu,” katanya.

Kini dia bingung setelah ditolak sekolah. Sementara anaknya hanya ingin dan tetap meminta sekolah di SMA sesuai pilihan anak. Ia mengaku sebelum ke Disdik, pihaknya sudah mendatangi pos pengaduan yang ada di depan Ramayana.

“Pos pengaduan menyarankan untuk menanyakan masalah ini langsung ke Disdik Kepri.Alasan mereka pos pengaduan itu merupakan bentukan Pemko Tanjungpinang,” kata dia.

Setelah mengadu ke Disdik, Murni mengaku belum menerima solusi terbaik karena harus menunggu, tanpa kepastian anak mereka diterima sekolah.

“Saya disuruh sabar dan menunggu proses selanjutnya. Mereka sudah menampung keluhan itu. Mudah-mudahan ada solusinnya,” ujarnya.

Menghadap Gubernur

Sementara itu Kepala Disdik Kepri Mochamad Dali mengatakan, ada sejumlah faktor tidak diterimanya anak di sekolah sesuai pendafataran. Salah satunya nilai hasil Ujian Nasional (UN)rendah, penerimaan dilakukan dengan sistem ranking dimana yang lebih tinggi nilainya akan menggeser nilai yang di bawahnya. Namun bila hasil UN anak rendah, namun dibantu dengan prestasi yang diraih bisa membantu diterima di sekolah sesuai yang diinginkannya. Selain itu, penerapan zonasi juga saat ini diterapkan, dan ini juga menyebabkan tidak sedikit anak yang tidak diterima di sekolah favorit mereka.

“Banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya di sekolah favorit seperti SMA/SMK 1, 2 dan 3. Padahal rumahnya jauh dari sekolah dan tidak sesuai zonasinya. Sehingga terjadi penumpukan siswa dan akhirnya banyak yang tidak tertampung di sekolah tersebut,” bebernya.

Namun, terkait aduan orang tua siswa ini pihaknya sudah menampungnya dan saat ini masih dalam pembahasan bersama untuk mencari solusinnya. Bahkan lanjutnya, gubernur sudah mengetahui permasalahan pendaftaran sekolah yang bermasalah ini. Bahkan dirinya dipanggil untuk menjelaskan penyebab masalah dan kericuhan ini.

“Kita akan paparkan dengan sejelas-jelasnya kepada gubernur apa penyebab timbulnya masalah ini. Selain itu, karena memang kuota di setiap sekolah terutama sekolah favorit dan sekolah yang padat penduduknya sudah melebihi daya tampung,” bebenya lagi.

Dali juga menegaskan, bahwa pihaknya menunggu arahan dari gubernur, apakah nantinya akan ada solusi dengan menambah ruang belajar (Rumbel) di sekolah yang banyak pendaftarnya atau ada solusi lainnya. “Kita menunggu arahan dari Pak Gubernur, saya akan menghadap dan melaporkan maslah ini. Perlu diketahui yang paling banyak permaslahan ini hanya di Batam, untuk di Tanjungpinang, Karimun, Bintan dan daerah lainnya tidak terlalu banyak,” jelasnya lagi.

Perlu diketahui, lulusan SMP sederajat di Kepri tahun ini ada sebanyak 26 ribu anak. Sedangkan, untuk daya tampung di SMA/SMK se Kepri sebesar 23 ribu. Sehingga akan ada kelebihan atau tidak bisa tertampung sebanyak 3 ribu lebih. Pemerintah Kepri tentunya sudah mengantisipasi hal ini dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah swasta.

Pecat Petugas Nakal

Ia juga tidak akan menutup diri, bila ada laporan masyarakat yang mengadu adanya dugaan petugas PPDB dan pihak sekolah dan lainnya yang bermain dalam penerimaan siswa ini. “Saya tidak main-main. Bila ada laporan dan ada bukti. Maka, pihak yang bermain itu akan ditindak tegas dengan dipecat,” tegasnya.

Pihaknya juga akan menugaskan tim pengawas, untuk menelusuri bila ada laporan bahwa pihak sekolah dan pihak lainnya yang bermain dalam penerimaan siswa ini.

“Kita akan cek di lapangan, dan saya akan tegakkan aturan dengan seadil-adilnya dan ini menjadi taruhan jabatan bila terbukti ada yang bermain. Proses ini diawasi KPK,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com