SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kisruh PT Pelabuhan Kepri

  • Reporter:
  • Rabu, 6 Februari 2019 | 09:09
  • Dibaca : 240 kali
Kisruh PT Pelabuhan Kepri
Pengendara melintas di depan Kantor PT Pelabuhan Kepri, belum lama ini. /SUTANA

PINANG – Keberadaan PT Pelabuhan Kepri terus disorot, keberadaannya dinilai belum memberikan dampak positif bagi daerah. DPRD Kepri meminta Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengevaluasi demi kemajuan Badan Usaha Pelabuahan (BUP) milik daerah ini.

“Kisruh yang tidak berkesudahan di internal direksi PT Pelabuhan Kepri berimbas dengan memburuknya kinerja,” kata Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah di Tanjungpinang, Selasa (5/2).

Keadaan seperti ini harus ada tindakan tegas dari gubernur, supaya tidak terkesan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan, kata dia, perlu diganti ketiga direksi yang ada karena dinilai masalah yang ada menjadi beban bagi perusahaan ini.

“Kami di DPRD meminta gubernur melalukan tindakan tegas terhadap ketiga orang ini dengan memecatnya. Lakukan seleksi kembali secara baik dan benar agar memilih orang yang memiliki kemampuan tidak asal pandai bicara dan teori saja,” ujarnya.

Irwansyah juga mengapresiasi langkan yang akan diambil gubernur dengan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan akan meninjau keberadaan direksi dengan akan menggantinya sudah sangat tepat.

Tambahnya, tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan jajaran direksi saat ini, karena sudah dianggap gagal membawa PT Pelabuban Kepri kearah yang lebih baik dan maju.

Sebagimana diketahui akibat konflik internal berkepanjangan di tubuh direksi PT Pelabuhan Kepri membuat Gubernur Kepri Nurdin Basirun gerah. Bahkan gubernur akan memgambil tindakan tegas dengan akan mengganti seluruh direksi perusahaan tersebut.

“Saya sudah perintahkan komisaris utama BUP untuk melakukan RUPS luar biasa. Kalau mereka tidak mau berubah mohon maaf kita ganti saja. Sudah capek dan malu kita,” ujar Nurdin di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (4/2).

Komisaris Utama PT Pelabuhan Kepri Huzrin Hood menanggapi hal ini mengatakan, pihaknya sudah membahas dengan gubernur untuk melakukan RUPS Luar Biasa PT Pelabuhan Kepri ini, dan rencananya akan dilaksanakan pada, Kamis (14/2) mendatang.

Menurutnya yang menjadi pembahasan dalam RUPS Luar Biasa tersebut yakni evaluasi kinerja direksi PT Pelabuhan Kepri selama setahun. Mengingat, sejak dilantik pada 2018 lalu belum ada progres kinerja yang dilakukan oleh direksi PT Pelabuhan Kepri ini.

“Selama setahun ini rencana kerja mereka saja tidak ada. Mungkin kalau tidak ada perbaikan akan dibuat tim penyelamat, sebagai langkah antisipasi keberadaan perusahaan daerah ini agar tetap bisa berjajalan,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com