SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Koalisi AS Bombardir Suriah

  • Reporter:
  • Senin, 16 April 2018 | 14:34
  • Dibaca : 50 kali
Koalisi AS Bombardir Suriah

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) benarbenar mewujudkan gertakannya menyerang Suriah.

Pada Jumat (13/4) malam Negeri Paman Sam itu melakukan operasi gabungan bersama de ngan Ing gris dan Pra ncis membombardir negeri yang di pimpin Bashar al-Assad tersebut. Atas serangan itu, Rusia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar sidang.

Serangan terhadap Suriah itu dikhawatirkan me micu perang dengan skala lebih luas, terutama antara AS dan sekutunya vs aliansi yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, yakni Ru sia dan Iran. Namun sebagian pakar menduga serangan tersebut tidak akan berujung pada perang multinegara.

Operasi militer gabungan AS, Inggris, dan Prancis menya sar target strategis seperti fa s ilitas produksi, gudang, dan uji coba senjata kimia di Damaskus dan Homs, Suriah. Namun serangan itu bisa dibilang ti dak sepenuhnya berhasil karena 71 dari 103 misil yang diluncurkan bisa ditangkis sistem antiudara S-125 dan S-200 mi lik Suriah.

Berdasarkan sumber dari Kem han AS, serangan itu di lakukan melalui udara dan laut, ya itu melalui pesawat bomber B-1 dan kapal induk meski ti dak diketahui kapal induk yang mana. Adapun Inggris menerjunkan empat pesawat tempur Tornado RAF dari pangkalan uda ra di Siprus yang me lun cur kan delapan misil Storm Shadow.

AS, Inggris, dan Prancis merasa perlu mengambil aksi militer karena Suriah dituduh telah me lewati garis merah. Koalisi pim pinan AS itu menuduh Pemerintah Suriah melakukan se rangan senjata kimia hingga me newaskan 85 warga sipil pada 7 April.

Serangan tersebut tidak ber langsung lama. Pada pagi ke ma rin, AS, Inggris, dan Prancis menyatakan operasi militer di Suriah telah berakhir. Trump ju ga mengatakan misi selesai. Na mun dia mengingatkan, AS meng ancam akan kembali melakukan serangan serupa apabila Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia itu lagi.

“Kami akan siap melakukan nya sampai rezim Suriah be r henti menggunakan agen ki mia terlarang,” kata Trump. Ada pun Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan se rangan tersebut hanyalah sim bol peringatan.

Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menggambarkan serangan itu sebagai sesuatu yang terbatas dan terkoordinasi dengan target yang su dah ditentukan tanpa ada mak sud meng g ulingkan Assad atau tu rut campur lebih luas da lam pe rang sipil di Suriah. Dia meng izinkan aksi militer itu karena sen jata kimia harus di hapus.

May pun mengecam R u sia yang dinilainya gagal meng hen tikan Assad dalam meng gu na kan gas beracun. Presiden Prancis Emmanuel Ma cron ju ga yakin Pemerintah Su riah me rupakan dalang dibalik se rang an senjata kimia di Dou ma pa da pekan lalu. Douma me r u pa kan wilayah yang masih di kua sai kelompok anti-pemerintah sejak perang pecah.

Sementara itu serangan AS dan sekutunya tak menyiutkan se dikit pun nyali Presiden Suriah Bashar al-Assad. Assad yang pergi ke kantornya pada pu kul 09.00 mengatakan serang an koalisi pimpinan AS mem perkuat kelompoknya untuk terus berjuang melawan kelompok pemberontak.

“Agresi ini hanya meningkatkan determinasi Suriah dan rakyatnya un tuk menumpas terorisme di se tiap inci negara ini,” tandas As sad seperti dikutip cnn.com. Adapun Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak di gelarnya sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) untuk mendiskusikan serangan itu yang dianggap me langgar peraturan internasional dan tidak tepat.

Para diplomat PBB mengatakan pertemuan tersebut akan dilaksanakan di New York, AS, pada pukul 11.00. “ Serangan itu dapat me rusak keseluruhan sistem hu bungan internasional. Sejauh ini tuduhan Barat di Douma tidak terbukti sedikit pun,” tandas Putin.

Pemimpin Tertinggi Iran Aya tollah Ali Khameini mengutuk serangan itu dan menyebutnya sebagai aksi kejahatan. “Sa ya mendeklarasikan, kepala ne gara AS, Inggris, dan Prancis me rupakan pelaku kriminal. Me reka tidak meraih hasil apa pun, sama seperti yang mereka lakukan di Irak dan Afghanistan,” katanya seperti dilansir presstv.com.

Kemlu Rusia menduga serangan itu ditujukan untuk mem persulit tugas tim pen yelidik dari Organisasi untuk Larang an Senjata Kimia OPCW. Mos kow mengatakan negara Barat mengabaikan bukti yang di sediakan Suriah dan Rusia yang mem bantah terlibat da lam serangan senjata kimia di Douma.

Selain memicu kecaman Rusia dan Iran, pemimpin AS, Inggris, dan Prancis juga meng ha da pi berbagai kritikan di dalam ne geri masing-masing. Trump yang berjanji akan menarik 2.000 tentara AS dari Suriah di ang gap gegabah. Adapun May yang beraksi tan pa persetujuan Parlemen dianggap terlalu tun duk kepada Trump dan Macron de ngan melakukan ancaman kosong.

Antisipasi dan Evakuasi

Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Pe merintah Suriah yang di bantu intelijen Rusia sudah melakukan evakuasi, termasuk asetaset yang dianggap berharga, me nuju tempat yang lebih aman sejak beberapa waktu lalu. Di saluran televisi milik Pemerintah Suriah, sebuah video m nunjukkan laboratorium penelitian yang sudah luluh lan tak diterjang bom serta rutinitas Assad yang tampak pergi di nas ke kantornya.

Pejabat senior di wilayah Suriah menegaskan Pemerintah Su riah dan sekutunya berhasil me nangkal serangan koalisi pim pinan AS. Lokasi yang men jadi target serangan sudah di evakuasi sehari yang lalu atas per ingatan Rusia.

Anggota Parlemen Rusia Dmitry Belik yang berada di Damaskus mengatakan serangan itu sia-sia. “Serangan itu lebih menyasarsisi psikologis daripada praktik. Untungnya tidak ada kerugian atau kerusakan substansial,” kata Belik kepada Reu ters.

muh shamil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com