SINDOBatam

Terbaru Metro+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Komplotan Pecah Kaca Ditembak Polisi

Komplotan Pecah Kaca Ditembak Polisi
Komplotan pelaku pecah kaca saat di ekspose oleh Polresta Barelang. Foto Arrazy Aditya.

BATAM KOTA – Empat pelaku kejahatan spesialis pecah kaca mobil dihadiahi timah panas oleh aparat. Polisi beralasan, penembakan dilakukan karena mereka melawan saat diringkus.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengungkapkan empat yang ditembak ini merupakan bagian dari lima orang sindikat pelaku pecah kaca. “Mereka telah beraksi puluhan kali di berbagai tempat,” kata Sam saat ekspos perkara di Mapolresta Barelang, Rabu (29/3).

Kelima pelaku pecah kaca ini, kata Sam, adalah Ahmad (29), Hegi (28), Novi (43), Anwar (39) dan April (35) yang merupakan seorang perempuan. Mereka diringkus berkat kerja sama anggota Reskrim Polresta Barelang, Polsek Batam Kota dan Polsek Sagulung.

Sam menyebut sebanyak 12 laporan kasus ini telah masuk ke meja kepolisian. Lima laporan di Polsek Batam Kota, dua laporan di Polsek Nongsa, Polsek Nongsa dan Batuampar masing-masing satu laporan dan dua laporan di Polsek Sagulung.

“Para pelaku mengaku telah 20 kali membobol mobil, kemungkinan masih ada korban lain yang belum membuat laporan ke kami,” ujarnya.

Para pelaku ini, setiap beraksi selalu menggunakan mobil sewaan dan mengacak lokasi aksi. Saat dibekuk, satu mobil Toyota Avanza BP 451 IK, empat tas, dua dompet, sebilah pisau, besi yang runcing, empat ponsel dan satu kamera Go Pro turut diamankan sebagai barang bukti. “Kelima pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP,” ujarnya.

Mantan Anggota TNI Bobol Rumah
Pada kesempatan yang sama, Sam juga membeberkan penangkapan Yustinus Waruwu mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Praka.

Dia ditangkap lantaran terlibat kasus pencurian dengan pemberatan di Perumahan Orchid Park pada Sabtu (25/3) lalu dan menyebabkan Fendi selaku pemilik rumah mengalami kerugian Rp35 juta.

Dalam laporannya ke polisi, Fendi mengaku saat pencurian berlangsung dirinya sedang berada di luar kota. Sehari kemudian, dirinya pulang dan mendapati rumahnya telah berantakan dengan kondisi plafon lantai dua jebol. “Empat hari kemudian, pelaku berhasil kita tangkap,” ujar Sam.

Penangkapan pelaku pada Selasa (28/3) sore, kata Sam, berdasarkan informasi warga yang menyebutkan kalau pelaku hendak menukarkan pecahan dollar di salah satu money change di Nagoya. “Saat diamankan pelaku mengaku saat mencuri rumah korban bersama seorang temannya,” katanya.

Dari hasil penyelidikan diketahui Yustinus merupakan mantan anggota TNI yang dipecat lantaran meninggalkan kesatuan karena tidak mau dipindahtugaskan ke Provinsi Papua.

Saat membobol rumah milik Fendi, Yustinus beraksi bersama Aheng yang kini menjadi buron polisi. Yustinus terancam tujuh tahun penjara setelah polisi menjeratnya dengan pasal 363 KUHP.

Komplotan Curanmor Antarpulau Ditangkap
Sementara itu, empat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) antarpulau berhasil dibekuk oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Sagulung. Belasan unit kendaraan hasil curian turut diamankan polisi dari komplotan ini.

Empat pelaku yang ditangkap yakni Ramadan (37), Zainal (22), Firman (26) dan Jon (22). Mereka sudah beraksi sejak Desember 2016 lalu dan berhasil mencuri 22 unit sepeda motor. “Motor curian ini dijual ke Pulau Moro dan Tembilahan,” kata Sam.

Menurut Sam, satu dari komplotan ini yakni Ramadan mengaku sebagai anggota Marinir saat ditangkap. “Namun setelah kami berkoordinasi dengan Marini, diketahui yang bersangkutan hanya mengaku-ngaku saja,” kata Sam.

Dalam kasus curanmor antarpulau ini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya masing-masing berinisial Jt dan Am.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com