SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Konten Media Harus Menjaga Keutuhan Berbangsa

  • Reporter:
  • Selasa, 1 Agustus 2017 | 12:20
  • Dibaca : 388 kali
Konten Media Harus Menjaga Keutuhan Berbangsa
Anggota MPR RI Djasarmen Purba yang juga anggota DPD RI dapil Kepri, menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, Kamis (20/7/2017) lalu.

Anggota MPR RI Djasarmen Purba yang juga anggota DPD RI dapil Kepri, kembali menggelar sosialisasi empat pilar MPR RI tentang kehidupan berbangsa dan bernegara, Kamis (20/7/2017) lalu.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Gereja BNKP Jemaat Kabil Batam. Peserta sosialisasi antara lain Fultimer, Pimpinan dan Majelis serta seluruh jemaat BNKP Kabil Batam .

Pimpinan Gereja BNKP Jemaat Kabil menilai sosialisasi empat pilar kebangsaan ini sangat positif, karena dengan adanya sosialisasi seperti ini memberikan serta membangkitkan rasa kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Hal-hal negatif dalam bermasyarakat dan bernegara semuanya bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Djasarmen sendiri mengharapkan, acara sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat karena dengan sosialisasi ini setidaknya masyarakat Indonesia bisa cerdas memahami makna empat pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain itu, bisa memahami persatuan masyarakat, bertoleransi dan saling menghormati satu dengan yang lainnya dalam kehidupan sehari hari berazaskan Pancasila.

“Kita semua hidup di negara ini sudah ada aturan dan Undang-undang yang tidak bisa dilanggar sehingga dengan begitu kita tidak bisa hidup sesuka hati kita sendiri. Terutama bebrbagai provokasi dan suguhan berita bohong (hoax) melalui berbagai jaringan dan bentuk linimasa yang ada,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, juga ditegaskan agar pemerintah meningkatkan kemampuan teknologi komputer dan informasi untuk melakukan penyaringan dan pemutusan terhadap introduksi konten berita yang justru merongrong nasionalisme dan integrasi bangsa.

Yang paling berbahaya adalah gerakan terorisme dan radikalisme. Hal ini perlu jadi prioritas, karena kemampuan teknologi terbukti dapat membantu manusia dan peradabannya dalam pencegahan dan penanganan terorisme dan radikalisme secara dini.

‚ÄúPemerintah seharusnya mampu meningkatkan kemampuan tekhnologi informasi untuk filtering, alineasi atau bahkan menghapus sama sekali berbagai konten berita yang merongrong integrasi,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com