SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kontrak Gas,Penerimaan Negara Bertambah Rp1,49 Triliun

  • Reporter:
  • Selasa, 8 Mei 2018 | 14:37
  • Dibaca : 153 kali
Kontrak Gas,Penerimaan Negara Bertambah Rp1,49 Triliun

JAKARTA– Penerimaan negara berpotensi bertambah USD111,08 miliar atau sekitar Rp1,49 triliun dari kesepakatan penandatanganan kontrak tujuh perjanjian jual beli gas (PJBG).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, total volume gas yang disalurkan selama masa kontrak tujuh PJBG tersebut akan mencapai 65,41 trillion British Thermal Units (TBTU). ”Sesuai komitmen industri hulu migas, untuk mendukung pasokan energi nasional, semua gas dalam tujuh PJBG ini akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri,” ujar dia di Jakarta, kemarin. Alokasi gas yang tercakup dalam PJBG tersebut akan dipasok untuk kebutuhan pupuk, lifting minyak, kilang BBM, kelistrikan, jaringan gas kota, dan industri. Alokasi itu mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 6/2016 ten tang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi serta Harga Gas Bumi.

Sesuai regulasi ini, kebijakan alokasi dan pemanfaatan gas bumi diarahkan untuk menjamin efisiensi serta efektivitas ketersediaan gas bumi sebagai bahan bakar, bahan baku, atau keperluan lainnya, untuk kebutuhan dalam negeri berorientasi pada pemanfaatan gas bumi secara optimal. Secara rata-rata pasokan gas untuk kebutuhan domestik meningkat sebesar 7,37% dalam 14 ta hun terakhir. Data realisasi penyaluran gas sampai Februari 2018 menunjukkan pasokan gas untuk domestik mencapai 3.860 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau 58% di atas pasokan gas untuk ekspor yang sebesar 2.738 BBTUD atau 42%.

Amien mengatakan, kebutuhan energi domestik diprediksikan akan terus meningkat, baik untuk gas maupun minyak bumi. Oleh sebab itu, diperlukan adanya eksplorasi migas masif, baik di darat (onshore) maupun di laut (offshore) agar bisa ditemukan cadangan migas baru yang berukuran besar. ”Kita semua harus mendukung eksplorasi migas yang masif,” ujarnya.

Permintaan Gas Turun

Di sisi lain, Kepala Divisi Monetisasi Migas SKK Migas Waras Budi Santosa mengatakan, permintaan gas domestik diprediksi turun, salah satunya karena PLN memangkas rencana membangun pembangkit listrik tenaga gas. Berdasarkan RUPTL 2018– 2027, penyediaan tenaga listrik PLN dipangkas dari sebelumnya 78.000 megawatt (MW) menjadi 56.000 MW. Dengan begitu, kebutuhan gas PLN turun sebesar 2.000 BBTUD yang sebelumnya dalam RUPTL 2017–2026 kebutuhan gas PLN mencapai 3.300 BBTUD. Akibat pemangkasan pembangkit listrik berbahan bakar gas itu, kata Waras, kebutuhan gas dipastikan juga menurun.

Pihaknya juga memperkirakan penurunan permintaan gas PLN sekitar 40%. ”Kami memperkirakan potensi gas yang tidak terserap oleh PLN tahun ini sebesar 120–150 MMSCFD. Salah satu potensi gas yang tidak terserap oleh PLN itu bersumber dari proyek train 1–2 Tangguh di Papua Barat,” katanya. Dia mengatakan, tak terserapnya gas domestik tersebut, maka pasokan gas menjadi berlebih sehingga impor gas diperkirakan baru akan terjadi dalam kurun waktu 10–15 tahun ke depan. ”Kami ada potensi impor dengan rentan 2029-2030,” kata dia. Untuk mengalihkan alokasi gas PLN yang tidak terserap telah diatur melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 1790 K/20/ MEM/2018 revisi dari Keputusan Menteri ESDM Nomor 1750 K/20/MEM/2018 tentang Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Penyediaan Tenaga Listrik PLN.

Berdasarkan aturan itu, PLN diberikan waktu 12 bulan untuk menindaklanjuti alokasi yang sudah diberikan pemerintah melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Apabila dalam kurun waktu telah ditentukan tidak ditindaklanjuti oleh PLN, maka Menteri ESDM dapat mengalihkan alokasi gas di luar kebutuhan PLN, yaitu untuk mencukupikebutuhansektorindustri. ”Misalnya untuk industri di Jawa Barat, penyerapan gas pipa untuk kebutuhan pabrik masih 70% dari kapasitas pipanya,” kata dia.

Nanang wijayanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com