SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Korupsi Dana Desa, Kades Penaga Dituntut 3 Tahun 6 Bulan

Korupsi Dana Desa, Kades Penaga Dituntut 3 Tahun 6 Bulan
Dua Kepala Desa, Hamdan dan Yusran Munir saat dibawa ke ruang tahanan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. / M BUNGA ASHAB

PINANG KOTA -Hamdan, mantan Kades Penaga dituntut tiga tahun enam bulan penjara dalam sidang korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) 2016 di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (19/2/2018). Sedangkan, Yusran Munir, mantan Kades Malang Rapat, dituntut tiga tahun penjara. Kedua kades juga diharuskan membayar denda dan uang pengganti kerugian negara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rebuli Sanjaya dalam sidang membacakan tuntutan terhadap Kades Penaga, sedangkan JPU Gustian Juanda Putra membacakan tuntutan terhadap Kades Malang Rapat. Kedua JPU menyatakan, bahwa kedua kades tersebut menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, melakukan tindak pidana korupsi pada alokasi ADD dan DD anggaran 2016 sebesar Rp1,8 miliar. Hamdan diduga melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp511 juta, sementara Yusran sebesar Rp364 juta.

JPU meminta majelis hakim dipimpin Hakim Ketua Iriaty Khairul Ummah, didampingi Hakim Anggota Santonius Tambunan dan Yon Efri agar menetapkan terdakwa Hamdan bersalah, karena melanggar Pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Menuntut terdakwa Hamdan selama tiga tahun enam bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan,” kata Rabuli.

Dia mengatakan, terdakwa harus membayar uang pengganti sebesar Rp417 juta dalam jangka waktu selama satu bulan, setelah diputus majelis hakim. Apabila uang pengganti tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita untuk membayar kerugian negara. Masa tahanan dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dan menetapkan terdakwa berada dalam tahanan. “Apabila uang pengganti tidak dibayar, maka diganti pidana penjara selama satu tahun sembilan bulan penjara,” ujar Rebuli.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com