SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kosongkan Pasar Induk, Pedagang Diultimatum Sampai Hari Ini

  • Reporter:
  • Selasa, 28 Agustus 2018 | 10:50
  • Dibaca : 372 kali
Kosongkan Pasar Induk, Pedagang Diultimatum Sampai Hari Ini
Kondisi sekarang Pasar Induk Jodoh. / Arrazy Aditya.

BATUAMPAR – Pedagang di Pasar Induk Jodoh diberi waktu untuk mengeluarkan barang dagangannya sendiri hingga hari ini, Selasa (28/8/2018). Peringatan ini juga berlaku bagi para pedagang buah di pinggir Jalan Duyung, sebelah Pasar Induk Jodoh.

Permintaan tersebut bagian dari Pemko Batam melalui Satpol PP Kota Batam agar pedagang segera mengosongkan Pasar Induk Jodoh, dan pindah ke kios yang telah disiapkan.

“Kami sudah beri Surat Peringatan (SP) Bongkar. Termasuk pedagang buah pinggir jalan harus bongkar sendiri,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam Kota Batam, Imam Tohari di Batam Centre, kemarin.

Imam mengatakan, pemerintah sudah melalui prosedur yang berlaku sebelum menerbitkan SP bongkar. Apabila surat peringatan ini tak juga diindahkan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan rapat teknis. Sebelum masuk tahap persiapan pengosongan. “Di masa pengosongan nanti kami tempatkan anggota untuk jaga, supaya mereka tidak kembali masuk ke dalam,” katanya.

Pengosongan pedagang dari pasar yang dibangun pada tahun 2004 silam dengan biaya pembangunan sebesar Rp90 miliar itu, tak lepas dari upaya Pemko Batam untuk menata Pasar Induk Jodoh sebagai pasar tradisional berpenampilan modern. Pasar Induk Jodoh sebelumnya merupakan pasar terbesar ada di Kota Batam, namun sayang pasar yang dibangun Pemprov Riau, BP Batam dan Pemko Batam kalah bersaing dengan pasar-pasar lainnya di seputaran Jodoh dan Nagoya, seperti Pasar Pujabahari dan Tos 3000.

Hal ini juga dilakukan Pemko Batam setelah menerima hibah untuk pengelolaan Pasar Induk Batam dari BP Batam, selain lima aset lainnya yang juga akan dikelola pemerintah daerah, yakni Kantor Wali Kota Batam, Masjid Raya Batam, Batam Centre, TPA Telagapunggur, Masjid Baitussyakur Jodoh dan Lapangan Sepakbola Seiharapan.

Tak sekadar meminta kesadaran dari pedagang, Imam juga yakin pedagang tidak akan kembali ke lokasi sekarang. Karena bangunan pasar induk akan segera diratakan dengan tanah. Selain itu aliran listrik juga akan segera dicabut. “Terdapat 86 pedagang aktif di dalam Pasar Induk dan 27 pedagang buah di tepi jalan raya Jodoh ini,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Disperindag Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan menambah pedagang yang akan direlokasi di penampungan sementara terkait penertiban pedagang Pasar Induk Jodoh.

Dari data semula yang akan dipindahkan sebanyak 86 pedagang aktif baik di dalam pasar maupun pedagang buah di tepi Jalan Duyung, dan ada tambahan menjadi 139 pedagang yang dihimpun dari pedagang yang menempati gudang-gudang di belakang pasar. Artinya akan ada tambahan 53 pedagang. “Tetapi yang diprioritaskan dulu yang 86 pedagang,” katanya.

Menurut dia, tahapan pemidahan ini dilakukan karena sebagian kios belum siap dan untuk sementara waktu belum bisa ditempati para pedagang. Namun demikian kios untuk menampung 86 pedagang sudah dipersipakan dan memiliki berbagai fasilitas, seperti listrik, air hingga akses jalan yang baik. “Yang belum kayak jalan yang perlu lagi dipadatkan. Yang sudah ada kami harapkan pindah,” ujarnya.

Ia memastikan total secara keseluruhan pedagang yakni 139 pedagang akan tertampung. Para pedagang akan dibebaskan dari biaya sewa kios selama tiga bulan pertama. “Kios yang tersedia cukup. Saya lupa berapa tapi yang jelas cukup,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi menegaskan, semua pedagang yang telah lama berjualan di Batam dipastikan mendapatkan unit kios di Pasar Induk Jodoh. “Kami jamin pedagang lama dapat kios di Pasar Induk,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan Pasar Induk Jodoh memang dibangun untuk pedagang lama, sehingga semestinya mereka tidak khawatir tidak mendapatkan tempat berjualan. “Itu kami bangun untuk mereka. Mereka sudah didata melalui kecamatan,” kata Zaref.

Wali Kota Batam Muhammad Ruding mengatakan, selain untuk para pedagang yang berjualan di Pasar Induk Jodoh, pasar tersebut kelak akan menampung seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputaran Jodoh Nagoya. Dengan demikian harapannya tak akan ada lagi PKL di pinggir-pinggir jalan dan semuanya dapat dikumpulkan di pasar yang berada di lahan seluas 1,5 hektare tersebut setelah selesai direnovasi. “Mereka akan di sana semua. Kami buat bertingkat, tapi yang pasti pasar basahnya di bawah,” kata Rudi.

iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com