SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kota Paling Mahal untuk Kunjungan Bisnis

  • Reporter:
  • Selasa, 24 April 2018 | 16:23
  • Dibaca : 90 kali
Kota Paling Mahal untuk Kunjungan Bisnis

PERJALANAN bisnis atau wisata yang dipadukan dengan urusan bisnis bisa menjadi urusan mahal. Misalnya, saat membeli dan minum banyak kopi untuk melawan jetlag atau membayar lebih untuk laundry di hotel.

Namun, apakah Anda penasaran kota mana yang paling mahal untuk perjalanan bisnis? Konsultan manajemen ECA International telah menghitung setiap tujuan perjalanan bisnis untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Berdasarkan hasil data terbaru ECA International, New York (Amerika Serikat) mengambil posisi teratas, diikuti kotakota di Swiss, yaitu Jenewa di posisi kedua, Zurich di posisi ketiga, dan Basel di posisi kesembilan. Ini sebagian besar karena mata uang Swiss yang berkinerja tinggi.

Posisi keempat diduduki Luanda (Angola), diikuti Bridgetown (Barbados), Paris (Prancis), Nassau (Bahama), Washington DC (Amerika Serikat), dan di posisi buncit ada Kerajaan Monako. Laporan ECA memperhitungkan biaya ratarata untuk akomodasi hotel bintang empat, makanan, minuman, laundry , transportasi, dan hal-hal penting lainnya.

Faktor-faktor lain juga berperan, termasuk permintaan umum. “Jumlah bisnis yang terjadi di sana cukup penting. Peringkat teratas kota-kota global, seperti London, Paris, New York, sangat tinggi karena jumlah pengunjung sangat tinggi,” ungkap Simon Franklin, Daily Rates Manager ECA yang berbasis di London, dikutip CNN Travel .

Sementara itu, London terpental dari daftar 10 besar karena perubahan politik baru-baru ini. “London telah jatuh selama dua tahun terakhir, benar-benar sejak voting Brexit berlangsung,” ujarnya. Risiko keamanan yang lebih tinggi juga diperkirakan memainkan peranan penting.

“Tempat dengan masalah keamanan sangat tinggi, karena jumlah hotel kurang dan tuntutan keamanan yang tinggi, juga menyertainya,” urai Franklin. Dia mencontohkan Luanda yang sebagian besar karena faktor keamanan. Kota-kota lain berada di posisi teratas karena lokasi ini menjadikan bisnis sebagai urutan kedua setelah pariwisata.

Di kota-kota ini, para eksekutif perjalanan akhirnya tinggal di tempattempat wisata yang mahal daripada wilayah bisnis yang lebih kompetitif. Di New York, tingginya permintaan hotel berdampak pada pelancong bisnis karena sering kali kamar memilik tarif premium.

ECA bahkan mengatakan, harga hotel bintang empat rata-rata sekitar USD546 (Rp7,5 juta) per malam. Ini adalah biaya akomodasi yang tinggi, ditambah kebijakan memberi tips atau tipping wajib sebesar 15%- 20%, yang menjadikan lokasi perjalanan bisnis paling mahal di New York versi ECA tahun ini.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan jika menuju salah satu kota ini dalam waktu dekat? Saran utama Franklin adalah melakukan riset menyeluruh sebelum pesawat Anda mendarat.

“Pastikan Anda tahu biaya rata-rata untuk hotel dan makan dan hal-hal lain sebelum Anda pergi. Lakukan sedikit penelitian untuk melihat di mana Anda bisa mendapatkan biaya yang lebih murah sebelumnya, jauhi tempat dan daerah dengan harga tertinggi di kota,” ungkapnya.

susi susanti

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com