SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

KPAI Pusat Kawal Kasus Persekusi RS

  • Reporter:
  • Rabu, 12 September 2018 | 14:15
  • Dibaca : 79 kali
KPAI Pusat Kawal Kasus Persekusi RS
ilustrasi

BATAM KOTA – Anggota Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri , Erry Syahrialn mengatakan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat pekan ini akan ke Batam untuk mengawal dan mendalami kasus persekusi terhadap RS, siswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam.

“Dalam minggu ini KPAI pusat datang ke Batam, dan melihat pembinaan yang diterapkan pihak sekolah kepada siswa,” ujarnya, Selasa (11/9/2018).

Menurut dia, masalah yang menjadi pokok kasus persekusi terhadap RS adalah terkait sistem yang ada di sekolah, dan peraturan yang diterapkan pihak sekolah kepada siswa.
“Jadi gini, pihak sekolah menuduh anak ini melakukan pelanggaran pidana terus mereka hukum sendiri dengan cara mereka. Padahal tidak boleh sekolah memberikan hukuman fisik dan penangkapan, pemborgolan dan penahanan pada anak,” ujarnya.

Erry menambahkan, seandainya siswa diduga melakukan pidana, maka bisa diselesaikan dengan cara pembinaan di sekolah. kalau tidak bisa dibina atau tidak sanggup, maka serahkan pada pihak kepolisian sesuai mekanisme UU Sistem Peradilan Pada Anak (SPPA).

“Jangan membuat peradilan sendiri di sekolah sehingga melanggar hak-hak anak,” katanya.

Ia menjelaskan, tuduhan dari pihak sekolah kepada korban yang melakukan pencuri, pengedar narkoba, dan mencabuli pacar adalah tuduhan yang dibuat-buat dan membuat korban diadili di sekolah.

“Ibaratnya sekolah punya peradilan sendiri yang sangat melanggar hak anak. Untuk SPPA sebenarnya melibatkan banyak pihak dan lembaga, tidak bisa diselesaikan di internal sekolah yang rentan terjadi persekusi dan panggaran hukum pada anak,” kata Erry.

Menurut Erry, dugaan yang diberikan kepada korban itu rekaan saja untuk memojokan anak, dan menakut-nakuti anak tersebut. “Orang tua juga menantang pihak sekolah melakukan tes urine pada anak. Selain itu, oknum hanya melihat foto bedak di handphone anak itu, disangka narkoba,” ujarnya.

Ia mengatakan, KPPAD Kepri dan KPAI akan terus mengusut kasus persekusi ini, karena sudah melanggar hak anak dan pasal perlindungan anak. “Walaupun kasus ini nantinya selesai secara kekeluargaan, tapi kasus sudah mencoreng undang-undang perlindungan anak,” ungkapnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki yang dihubungi KORAN SINDO BATAM mengatakan, kasus dugaan persekusi yang dilakukan oknum pembina SMK Penerbangan SPN Dirgantara sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kasusnya sudah selesai secara kekeluargaan,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com