SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Krisis Pangan, Ribuan Rohingya Terancam Meninggal

  • Reporter:
  • Senin, 18 September 2017 | 10:50
  • Dibaca : 112 kali
Krisis Pangan, Ribuan Rohingya Terancam Meninggal
/KORAN SINDO

COX’S BAZAR – Ribuan warga Rohingya terancam meninggal dunia karena kekurangan makanan dan air, serta tidak mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Hampir 410.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri dari tempat tinggalnya di Negara Bagian Rakhine karena tindakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar. PBB menyebut aksi militer Myanmar sebagai pembersihan etnis Rohingya. “Banyak orang mengungsi dalam kondisi lapar dan haus karena tidak ada makanan juga air,” ujar Direktur lembaga nirlaba Save the Children, Mark Pierce, dilansir Reuters, kemarin. “Secara khusus, saya sangat khawatir dengan tuntutan perlunya makanan, pemukiman, air dan higienitas dasar yang belum terpenuhi untuk pengungsi Rohingya. Jika banyak keluarga tidak bisa mendapatkan kebutuhan dasar tersebut, kehidupan mereka akan semakin memburuk. Nyawa pun terancam,” ungkapnya.

Selama beberapa dekade, Bangladesh menghadapi aliran pengungsi Rohingya akibat tindakan kekerasan tentara Myanmar yang tak berperikemanusiaan. Bangladesh telah menampung lebih dari 410.000 pengungsi sejak krisis kemanusiaan terjadi pada 25 Agustus silam. Bangladesh menyatakan akan membangun 14.000 pusat penampungan pengungsi untuk 400.000 pengungsi. Mereka juga menyiapkan sebuah pulau untuk relokasi pengungsi Rohingya. Pierce menegaskan, respons kemanusiaan perlu ditingkatkan.

“Komunitas internasional perlu meningkatkan bantuan dan pendanaan,” ujarnya. Kemudian, beberapa lembaga nirlaba memprediksi jumlah pengungsi anak-anak akan terus bertambah. Pada akhir tahun ini, jumlah pengungsi Rohingya diperkirakan mencapai 600.000 anak-anak mengungsi ke perbatasan Bangladesh. Berdasarkan data PBB menyatakan separuh jumlah pengungsi adalah anak-anak. “Jumlah pengungsi bisa mencapai satu juta pada akhir tahun ini, termasuk 600.000 anak-anak. Jumlah pengungsi diperkirakan bisa mencapai 1,1 juta warga Rohingya,” ungkap Pierce.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com