SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kualitas Pendidikan Harus Merata

  • Reporter:
  • Sabtu, 14 Juli 2018 | 10:42
  • Dibaca : 315 kali
Kualitas Pendidikan Harus Merata
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan orang tua siswa saat mengadu ke pos pengaduan PPDB Kepri, belum lama ini. /HUMAS PEMPROV KEPRI

PINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terus berupaya menyamaratakan semua sekolah khususnya SMA/SMK Negeri di Kepri. Pasalnya, sistem pendidikan saat ini mewajibkan anak untuk sekolah sesuai wilayah masing-masing.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan mutu belajar dan kelengkapan sekolah,” ujar Nurdin, kemarin.

Nurdin mengaku ia tak ingin orang tua memaksakan anak untuk sekolah di tempat yang dituju di luar ketentuan. Ia mengaku, fenomena penumpukan di sekolah tertentu yang menjadi favorit siswa harus perlahan dihilangkan. Nurdin ingin semua sekolah memiliki kualitas yang sama.

“Rentang antar sekolah harus kita pangkas, kualitas belajar dan pengajar harus kita evaluasi, guru-guru juga akan terus dirolling agar semua sekolah setara baiknya,” lanjut Nurdin.

Ia mengaku setelah meninjau posko pendaduan beberapa waktu lalu banyak keluhan warga yang anaknya tak diterima sekolah. Kepada pihak pengawas sendiri Nurdin berpesan agar semua laporan yang telah masuk agar dapat diproses dengan baik.

“Tahun depan harus lebih baik lagi, jangan sampai kesalahan yang sama terulang lagi,” pesan Nurdin.

Nurdin juga berdiskusi dengan orang tua murid dari Brian Daniel, siswa SMPN 5 Tanjungpinang tersebut melalui sistem online mendaftar untuk masuk ke SMA Negeri 1, 2 dan 4. Namun tidak bisa masuk ke sekolah tersebut karena di data online kuota sudah penuh.”Padahal anak kami cukup berprestasi di sekolah, kenapa teman-temannya masuk tapi dia tidak,” keluhnya.

Kemudian orang tua dari Calvin Rahardian siswa SMPN 4 Tanjungpinang ikut menyesalkan anaknya tidak lagi bisa mendaftar ke SMA Negeri 1 dan 2 padahal selama belajar di sekolah prestasi yang diraih adalah selalu juara kelas. “Sekarang dia tertekan dan sedih di rumah karena tidak bisa masuk SMA 1 atau 2,” ujarnya kepada Nurdin.

Nurdin meminta orang tua untuk tetap bersabar, karena pihak pengawas akan berusaha mencarikan solusi. “Sementara tolong daftarkan anaknya dulu ke sekolah lain jangan sampai pendaftaran ditutup tapi tidak bisa sekolah karena terlambat,” imbau Nurdin.

fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com