SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kunjungan Turun, Pengelolaan Pariwisata di Batam Belum Maksimal

  • Reporter:
  • Kamis, 4 Mei 2017 | 14:12
  • Dibaca : 590 kali
Kunjungan Turun, Pengelolaan Pariwisata di Batam Belum Maksimal
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan Batam mampu mendatangkan 2 juta wisatawan mancanegara (Wisman) tahun ini. Namun usaha Batam dalam pengelolaan pariwisata masih belum maksimal. Bahkan kunjungan wisman di triwulan pertama ini merosot dibanding tahun lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri merilis jumlah kunjungan wisman ke Batam dari Januari-Maret yang hanya 352.097 orang. Jumlah itu merosot dibandingkan tahun 2016 lalu dengan tempo waktu yang sama, yakni sebesar 354.563 orang.

Pemko Batam mengakui masih belum maksimalnya pengelolaan pariwisata saat ini. Terkait target yang harus dicapai, Pemko terus berkoordinasi dengan Kemenpan. Pemko menilai masih minimnya kegiatan pariwisata di kota terbesar di Kepri ini. “Kami koordinasikan event apa yang mau digelar di Batam. Kami juga minta pembenahan infrastruktur,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdako Batam Ardiwinata, Rabu (3/5).

Sejauh ini, kemampuan daerah untuk mengelola pariwisata dengan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jauh dari kata cukup. Untuk kegiatan pariwisata, dangan anggaran kurang lebih Rp2 miliar tak banyak yang bisa dilaksanakan jika tanpa peran serta pemerintah pusat. “Batam sendiri sudah berkontribusi tertinggi sebagai gerbang untuk mendatangkan wisman ke Indonesia,” ujarnya.

Meski begitu, Pemko Batam tetap optimistis mampu mencapapai target kunjungan 2 juta itu. Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah membenahi infrastruktur sebagai penunjang pariwisata, bahkan sudah merancang untuk mengubah Batam lebih menarik lagi. “Masjid Agung Batam II menjadi ikon baru dikemas sebagai wisata religius, menata ulang pusat ekonomi Nagoya disulap menjadi wisata belanja,” kata Ardi.

Selain itu juga, Pemko Batam sudah merancang pembangunan destinasi baru jalan lingkar luar laut dari Jodh-Patam Lestari. Dengan begitu akan semakin banyak destinasi baru untuk dijadikan objek mengambil gambar. “Itu beberapa upaya yang sedang kami laksanakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan kunjungan wisman ke Batam naik dari 1,8 juta menjadi 2 juta. Pemko Batam mengupayakan peningkatan kualitas pariwisata Batam untuk mencapai target tersebut. Rudi menjamin keamanan Batam bagi semua wisman yang datang ke Batam. Pemko Batam bersama aparat keamanan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjamin kondusifitas Batam. “Saya sebagai Wali Kota Batam, saya menjamin bahwa Batam aman, tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain faktor keamanan, Batam juga tengah berbenah di sejumlah sektor. Rudi mengungkapkan, Batam tengah bertransfromasi ke wajah baru yang lebih menarik dan nyaman. Pembangunan infrastruktur terus digesa untuk membuat wisman nyaman menjelajahi Batam. “Infrastruktur jalan umum dan tempat pejalan kaki sedang dibangun dan dibenahi. Batam sedang menuju wajah baru,” ungkapnya.

Untuk mendukung target kunjungan wisman ke Batam, Walikota meminta dukungan semua stakeholder pariwisata. Pelayanan yang profesional dan menjunjung keramahtamahan menjadi modal utama yang harus dikembangkan. Dia juga berjanji membuka pintu seluas-luasnya bagi insan pariwisata untuk memberikan masukan dan pendapat. Termasuk jika menemui kesulitan dan kendala di lapangan. “Kalau ada masalah, SMS saya atau Wakil Wali Kota. Kami akan segera tindaklanjuti,” tuturnya.

Data Kemenpar tahun 2015 lalu, turis dari keenam negara ini sangat mendominasi kunjungan ke Batam. Wisman Singapura tercatat 946.706 orang, Malaysia 214.550 orang, Korea Selatan 63.667 orang, India 53.950 orang, Filipina 44.117 orang dan China 38.429 orang.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com