SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kuota Disesuaikan Daya Tampung, Disdik Matangkan Persiapan PPDB

  • Reporter:
  • Senin, 15 Mei 2017 | 13:38
  • Dibaca : 594 kali
Kuota Disesuaikan Daya Tampung, Disdik Matangkan Persiapan PPDB
Ilustrasi Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam mempersiapkan diri menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dimulai Juni mendatang. “Selasa (besok) kami rencana mengumpulkan pihak sekolah di Vista Hotel,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin, Minggu (14/5).

Pengumpulan pihak sekolah ini untuk menjamin kesuksesan penerimaan siswa baru tahun ini. Dia berharap apa yang menjadi permasalahan di tahun sebelumnya tak terulang lagi. “Sekarang harus lebih hati-hati, ” ujarnya.

Secara keseluruhan beberapa persiapan menjelang PPDB sudah disiapkan. Hanya saja beberapa yang belum dipastikan seperti kuota penerimaan masing-masing sekolah maupun masing-masing jenjang SD dan SMP. “Nanti saat pertemuan kami tentukan kuotanya,” kata Muslim.

Penerimaan siswa baru ini, sambungnya, akan menyesuaikan kapasitas masing-masing sekolah. Dengan begitu jumlah siswa yang bisa ditampung nanti akan dibicarakan bersama pihak sekolah.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengingatkan sekolah jelang PPDB ini. Dia tak ingin polemik serupa setiap tahun seperti pungutan masuk sekolah terulang kembali. Permasalahan pendidikan yang kerap terulang setiap tahun seperti PPDB juga LKS sangat menguras energi, padahal permasalahan ini bisa selesai di tingkat sekolah. “Kami tak ingin lagi mendengar permasalahan serupa tahun ini,” kata Amsakar.

Permasalahan ini kerap diterima langsung dalam bentuk laporan dari masyarakat. Dia meminta agar seluruh tenaga pendidik mengikuti aturan yang ada agar permasalahan tak lagi muncul. “Kami (pimpinan) tak mungkin mengakomodir semua persoalan itu-itu saja,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan wali murid agar tak memaksakan anak didik untuk sekolah di negeri di tengah keterbatasan yang ada. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan pihak sekolah bisa mengikuti aturan yang ada dan tak bermain memanfaatkan peluang PPDB. “Jadi tak ada lagi yang masuk pakai duit,” kata mantan Kepala Disperindag dan SDM Batam ini.

Sebelumnya, Muslim mengatakan, sejumlah pejabat Disdik membekingi calo dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Peran mereka cukup signifikan, sehingga pihak sekolah tak berani menolak siswa yang dititip. “Saya lihat ada orang dinas yang terlibat setiap tahun. Karena itu sekolah juga sulit untuk menolak,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (26/4).

Praktik percaloan saat PPDB masih terus berlangsung dari tahun ke tahun. Menurut Muslim, biasanya calo marak di sekolah-sekolah yang berada di kawasan yang padat penduduk, seperti Seibeduk, Batuaji dan Sagulung. “Sagulung yang paling banyak,” kata Muslim.

Jasa percaloan menjadi primadona karena kuota kursi di sekolah-sekolah negeri terbatas. Tahun ini saja, hanya tersedia 9.000 kursi untuk SD Negeri. Sementara jumlah peserta didik yang akan masuk di tingkat SD berada di atas angka 13.000.

Sekolah negeri yang memberikan fasilitas sekolah gratis membuat orangtua siswa berebut untuk menyekolahkan anak mereka. Untuk mendapatkan kursi di sekolah negeri, orangtua murid tak segan-segan membayar jasa calo. Calo tersebutlah kemudian yang membawa map berisi berkas calon peserta didik ke sekolah. “Bukan orangtua yang bawa, tapi calo. Seorang calo bisa membawa hingga 10 berkas. Biasanya mereka bilang berkas-berkas itu milik kerabat pejabat tertentu,” katanya.

Tahun ini Disdik Batam akan membentuk tim khusus untuk memantau pelaksanaan PPDB. Termasuk mengidentifikasi dan mencegah praktik percaloan dalam pelaksanaannya. Tim akan disebar ke seluruh sekolah, terutama yang rawan praktik calo. “Tim akan menyamar menggunakan pakaian biasa. Kalau sekolah saya yakin bersih, tapi calo-calo ini memang harus bisa diatasi,” tegasnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com