SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kurir 515 Gram Sabu Dituntut 13 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Rabu, 9 Mei 2018 | 13:32
  • Dibaca : 146 kali
Kurir 515 Gram Sabu Dituntut 13 Tahun Penjara
ilustrasi

BATAM KOTA – Muhammad Putra Ananda dituntut dengan hukuman 13 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (8/5/2018). Ia dituntut dengan hukuman tersebut setelah menjadi kurir sabu seberat 515 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elhas Zebua di hadapan majelis hakim Mangapul Manalu, Rozza El Afrina dan Taufik Nainggolan membacakan amar tuntutan yang menyebutkan bahwa terdakwa telah bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menuntut agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 13 tahun, dikurangi sepenuhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata Yan.

Tak hanya dituntut dengan hukuman penjara selama 13 tahun, terdakwa juga dituntut dengan hukuman denda sebesar Rp1 miliar. Disebutkan juga, bila denda tidak dibayar, maka terdakwa wajib menggantinya dengan kurungan badan selama 6 bulan.

Terdakwa yang didampingi penasehat hukum Elisuita tampak keberatan dengan tuntutan tersebut. Untuk itu, ia melalui Elisuita mengaku akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Majelis hakim lantas memberikan waktu satu minggu ke depan.

Sebelumnya, Putra mengaku menerima sabu tersebut dari Adi, teman lamanya di Jodoh, pada 27 Desember 2017 lalu. Bersama dengan dua bungkus paket sabu tersebut, Putra juga menerima uang sebesar Rp5 juta untuk membeli tiket pesawat dirinya dan 3 orang lainnya tujuan Jakarta. “Upahnya akan dia kasih kalau barang sudah sampai di Jakarta, Yang Mulia,” katanya.

Putra menyebutkan, dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap. Selama berada di Batam, biaya hidupnya kerap ditanggung oleh teman-temannya. “Saya mau karena tergiur upahnya, Yang Mulia. Saya tidak punya pekerjaan tetap, biasanya kalau disuruh orang aja baru ada kerja,” katanya.

Putra diamankan saat berada di ruang tunggu Gate A6 Bandara Hang Nadim pada 28 Desember 2017. Kala itu, petugas Avsec Bandara Hang Nadim mencurigai salah seorang penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta. Setelah diperiksa dan diinterogasi, penumpang tersebut mengaku bahwa terdakwalah yang membawa sabu.
“Setelah informasi tersebut, kami lakukan pemeriksaan dan diketahui terdakwa sudah berada di ruang tunggu. Kami datangi, kami periksa dan kami temukan dua bungkus sabu di dalam sepatunya, Yang Mulia,” ujar saksi Slamet, saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Mangapul Manalu.

Saat diperiksa di ruang tunggu tersebut, lanjut saksi Slamet, terdakwa sempat protes karena petugas meminta terdakwa membuka sepatunya. Namun, petugas tetap tegas dan langsung menggiring terdakwa ke ruang pemeriksaan Bandara Hang Nadim. “Setelah kami periksa dan didapati sabu tersebut, selanjutnya kami serahkan ke Bea Cukai dan kemudian Bea Cukai menyerahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Dalam berita acara penimbangan Nomor 272/02400/2017 tanggal 29 Desember 2017, diketahui dua bungkus sabu tersebut memiliki berat 515 gram. Berita Acara Analisis Laboratorium Nomor 169/NNF/2018 tanggal 10 Januari 2018, menuliskan bahwa barang bukti milik terdakwa benar mengandung metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I nomor urut 61 Lampiran I UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com