SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati

  • Reporter:
  • Selasa, 21 Maret 2017 | 10:56
  • Dibaca : 587 kali
Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati
Edo dan Idrizal digiring petugas usai menjalani sidang lanjutan di PN Tanjungpinang, Senin (20/3). Foto Joko Sulistyo

PINANG KOTA – Idrizal Efendi (26) dan Edo Renaldi (24), terdakwa kurir narkoba jenis sabu seberat 72 kilogram dan pil ekstasi sebanyak88273 butir dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (20/3).

JPU Haryo Nugroho dan RD Akmal dalam tuntutannya mengatakan, kedua pelaku empat kali melakukan menjadi kurir narkoba, hingga ditangkap oleh petugas di bengkel Taya Ban Tanjungpinang saat melakukan penggantian ban oleh petugas BNN Pusat, 4 Agustus 2016.

Petugas mendapatkan barang bukti sabu seberat 9.329,2 gram dan pil ekstasi sebanyak 34.170 butir dari tangan Idrizal, sedangkan dari tangan Edo Renaldi diamankan narkoba jenis sabu seberat 20.641,2 gram dan pil ekstasi sebanyak 14.524 butir ditambah sabu seberat 12.237 gram, berserta pil ekstasi 39.579 butir dan sabu seberat 30.909,8 gram. Total narkoba yang diamankan dari kedua pelaku narkoba jenis sabu seberat 72 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 88.273 butir.

Kedua terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan pemufakatan jahat membawa narkotika golongaan 1 bukan tanaman melebihi 5 gram dengan melawaan hukum sebagaimana yang diatur dan diancam pasal 114 ayat 2 JO pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Meminta Mejelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa dengan hukumanmMati,” ujar Haryo.

Kuasa Hukum terdakwa Safaat mengajukan pembelaan kepada dengan menyiapkan secara tertulis yang akan dibacakan pada seidang berikutnya, Senin mendatang. “Karena tuntutan yang diajukan oleh JPU merupakan tuntutan maksimal, maka kami meminta watu satu minggu untuk menyusun nota pembelaan secara tertulis,” ujar Safaat.

Dengan danya nota pembelaan secara tertulis dari kedua terdakwa, Ketua Mejelis Hakim, Wahyu Prasetyo kemudian menunda sidang untuk dilanjutkan pada pekan depan. “Senin depan dilanjutkan dengan pembacaan pledoi dan dilanjutkan pada hari itu juga acara pembacaan replik dan duplik, sehingga pekan depan juga akan dibacakan vonis,” ujar Wahyu.

Usai sidang, kedua terdakwa terlihat menangis saat digiring petugas. Keluarga terdakwa yang mengikuti persidangan ikut menangis, setelah mengetahui kedua terdakwa dituntut hukuman mati.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com