SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

KURNIAWAN SASMITA KHUDRI, Karena Pendidikan adalah Paspor Masa Depan

  • Reporter:
  • Selasa, 9 April 2019 | 15:40
  • Dibaca : 137 kali
KURNIAWAN SASMITA KHUDRI, Karena Pendidikan adalah Paspor Masa Depan

BATAM – Setelah lama menjadi pengusaha, Kurniawan Sasmita Khudri kembali terjun ke politik. Mengusung kampanye kemajuan pendidikan dan perbaikan nasib guru di Batam.

Pengalaman malang-melintang di dunia politik Kepri selama satu dekade terakhir cukup ampuh meneguhkan Kurniawan bertarung memperebutkan kursi DPRD di Batam Centre. Ia menjadi calon legislator dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Mencalonkan diri di daerah pemilihan Batam 1 yang mencakup Batamkota-Lubukbaja dan mendapat nomor 7. Kurniawan yang seorang ayah dan pengusaha ini tergerak memberanikan diri menjadi wakil rakyat karena melihat kualitas pendidikan di Batam perlu kemajuan.

Selama masa kampanye Pemilu 2019, pria yang berprofesi sebagai pengusaha konstruksi ini membagi waktunya lebih banyak bagi masyarakat. Setiap kesempatan tatap muka, Kurniawan menerangkan dengan taktis visi, misi dan apa yang akan dia perjuangkan jika duduk sebagai wakil rakyat. Hasilnya, Kurniawan menerima keluh-kesah para guru terutama honorer, orang tua dan sekolah yang aspirasinya bermacam-macam tapi seputar kondisi pendidikan.

Pria lulusan Pria lulusan keuangan dari Iowa State University Amerika Serikat ini ingin menjadi suara yang menyambung harapan para guru dengan langkah yang penuh perubahan. 

Berkampanye dari pintu ke pintu, komunitas ke komunitas, ia berjanji mengawal kepentingan guru, memajukan dunia pendidikan dan menyiapkan program pembangunan Sumber Daya Manusia. Visinya juga membesarkan dan memberdayakan masjid, tak cuma sebagai tempat ibadah, tapi juga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Untuk membuat perubahan, demi kemajuan masa depan generasi muda Batam dan nasib guru yang lebih baik. Masyarakat Batam punya pilihan membuat perubahan demi masa depan,” katanya di Batam Centre, Senin pekan lalu.

Bagi pria tiga anak ini, guru punya peranan besar bagi kemajuan suatu negara. Kesejahteraan nasib mereka adalah kunci peningkatan mutu pendidikan dan kualitas SDM. Peningkatan kualitas guru berkaitan erat dengan peningkatan mutu pendidikan di Kota Batam. Harapan mereka memperbaiki kesejahteraan perlu didengar. “Dan diperjuangkan. Perbaikan kesejahteraan guru bisa meningkatkan mutu pendidikan,” sambung pria yang akrab disapa Wawan ini.

Sejauh Wawan bertatap muka dengan sejumlah guru, diketahui Upah Minimum Kota (UMK) Batam tidak berlaku di dunia pendidikan. Guru honorer SMP di Batam, gaji sebulannya sebesar Rp2,6 juta. Dipotong iuran BPJS, para guru honor membawa gaji ke rumah senilai Rp2,4 juta. Jika dibandingkan dengan UMK Batam 2018 senilai Rp3,5 juta, masih di bawah standar yang dasar perhitungannya memasukkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL). KHL adalah standar kebutuhan seorang pekerja lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dalam 1 bulan. “Ada guru honorer di Batam yang menyambi sebagai driver gojek online atau driver Grab,” ungkap Wawan. Kurniawan menyiapkan program untuk persoalan kesejahteraan guru ini.

Persoalan lain, Kurniawan menyoroti keterbatasan jumlah sekolah yang dipicu masalah klasik, ketersediaan lahan. Persoalan lama ini harus diantisipasi dengan langkah nyata. Menurut dia, jalan keluarnya dengan membangun ruang kelas baru bisa ditambah dengan pembangunan sekolah dengan bentuk vertikal atau bertingkat. Tapi, pembangunan itu harus mengacu data pertumbuhan murid baru. 

Masalah lahan ini karena Kurniawan melihat banyak orang tua setiap tahun berjuang mendaftarkan anaknya ke sekolah tapi dengan rasa khawatir anaknya tidak diterima karena keterbatasan ruang kelas belajar. “RKB masalah klasik, harus diantisipasi dengan langkah nyata, bersama-sama,” tutur dia.

Kemudian, sektor pendidikan di Batam dinilai juga butuh peningkatan sarana, salah satunya bus sekolah dan sekolah bebas banjir. Bus antar-jemput anak sekolah itu tak hanya dioperasikan di kawasan pesisir selama seperti yang dijalankan selama ini, tapi juga di kawasan mainland agar bisa menjangkau semua sekolah. Sarana ini perlu ditingkatkan demi kenyamanan anak mengenyam pendidikan dan juga orang tua. “Dengan bus sekolah gratis, akan sangat membantu orang tua sekaligus jaminan anak-anak kita tiba di sekolah dan pulang dengan aman,” jelas dia.

Sebagian visi Kurniawan itu bermuara pada pembangunan SDM. Bagi mantan Ketua Tim Pemenangan (Alm) HM Sani-Nurdin Basirun di Kota Batam Pilkada 2015 ini, pembangunan infrastruktur Batam di bawah Muhammad Rudi-Amsakar Achmad sudah bagus dan strategis, tapi perlu jangan kesampingkan pembangunan SDM. Konsep pembangunan infrastruktur perlu sejalan dengan pembangunan SDM. “Strateginya bangun dunia pendidikan yang berkualitas. Batam tidak bisa dibawa kemana-mana, tanpa SDM mumpuni dan berkualitas,” papar dia.

Memperjuangkan nasib guru, Kurniawan ingin membawa perubahan di dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan membangun generasi muda dan memperhatikan nasib guru. “Pendidikan adalah paspor untuk masa depan,” tutup dia. chandra gunawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com