SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lampu Kuning Pariwisata Batam

Lampu Kuning Pariwisata Batam
ilustrasi foto KORAN SINDO BATAM

BATAM – Sejumlah hotel dan restoran di Batam menjerit, tak banyak pelancong menginap atau bersantap di restoran, pelancong hanya datang pagi hari dan sore sudah kembali. Hal ini dinilai karena minimnya event dan destinasi wisata yang bisa membuat wisatawan harus berlama-lama di Batam.

Perempuan berhijab hitam menjinjing tas di tangan kanannya, sesekali ia menoleh ke belakang memastikan anak dan keluarganya masih dalam rombongan. Tangan kirinya menggapai anak laki-lakinya seraya meminta tetap berada di dekatnya. Tepat di sebelah kanannya, lelaki tegap berbaju abu-abu menggenakan tas ransel hitam, tak jauh dari lelaki itu, wanita berkerudung tampak antusias melihat suasana yang terlihat usai muncul dari ruang kedatangan di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Minggu (1/10).

Ia Umi Nazirah, pelancong asal Negeri Jiran, Malaysia. Ia dari Kuala Lumpur sengaja datang ke Batam hanya untuk mengisi hari liburnya bersama keluarga. Perempuan kulit sawo matang itu mengaku senang mengajak keluarga jalan, khususnya ke tempat yang belum pernah dijelajahi oleh anggota keluarganya. “Macam sekarang, satu family saya ajak pusing-pusing makan angin di Batam,” kata Umi saat disapa KORAN SINDO BATAM.

Kedatangannya ke Batam kemarin tak lama, ia datang pagi dan kembali lagi ke Malaysia sore. Ia mengaku, ke Batam untuk berwisata belanja mulai dari perlengkapan pakaian hingga mencicipi kuliner Batam. “Lepas ni saya nak makan dulu, lepas tu saya langsung shopping di mall yang ada di Batam, macam Nagoya,” ujarnya.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com