SINDOBatam

Feature+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Langkah-Langkah Strategis Milenial Mengisi Pesta Demokrasi

  • Reporter:
  • Senin, 6 Januari 2020 | 21:53
  • Dibaca : 395 kali
Langkah-Langkah Strategis Milenial Mengisi Pesta Demokrasi

Oleh: Hermin Chua SH M.Kn, Tokoh Pemuda Batam

SEBAGAI generasi milenial, untuk menyikapi politik dapat saya simpulkan “Ada saatnya lawan menjadi kawan dan sebaliknya kawan justru berubah menjadi lawan”. Ibarat singa menyusui anak kerbau, kucing mengelus anak tikus, suasana ini menimbulkan pertanyaan, apakah politik memang seperti ini atau karakter politikusnya yang seperti ini?

Filsuf Inggris, Thomas Hobbes, pernah mengatakan bahwa pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial, yang berarti manusia yang satu menjadi serigala bagi manusia lainnnya. Tidak beda jauh dengan apa yang pernah dikatakan oleh Aristoteles; bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri sehingga terkadang harus melakukan tindakan perbuatan yang dapat mengancam individual dan/atau kelompok lainnya.

Dengan dasar sebagai makhluk yang berpolitik, maka manusia bebas menentukan pilihannya, bebas untuk berkelompok, bebas menentukan dukungannya, bahkan bebas mengekspresikan dirinya untuk dipilih juga. Dari masa ke masa, setiap individu punya hak masing-masing dalam menentukan arah tujuan politiknya masing-masing baik secara individu maupun kelompok. Jika zaman berubah, otomatis politik juga ikut berubah sesuai dengan dinamika yang berkembang sehingga politik itu tidak konsisten, dan justru dinamis, serta selalu berubah sesuai dengan perkembangan kepentingan dan perkembangan zaman.

Politik itu baik, dan itu sudah jelas, kenapa? karena lewat pendidikan politik ini, diharapkan muncul politisi yang baik, bermoral luhur, serta memiliki keberanian yang tinggi dalam memperjuangkan dan mewujudkan ide-ide bagi terciptanya kebaikan masyarakat.

Kondisi politik pada tahun 2020 nanti akan makin dinamis. Bagaimana tidak?. Tahun ini akan ada 270 daerah menggelar pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak.

Sebagai indikator, Indeks Demokrasi Indonesia memiliki tren terus menerus naik hingga tahun 2020 akan ada perbaikan sistem politik dan pendidikan politik yang berjalan di masyarakat sehingga di tahun mendatang kondisi politik akan sangat dinamis.

Ditambah lagi tahun 2020 menjadi momentum politik yang membutuhkan peran generasi milenial yang cakap media, tanggap, kreatif, dan advokatif. Lantas Langkah-langkah strategis apa yang diperlukan generasi milenial dalam mengisi pesta demokrasi ? misalnya mendorong gerakan antigolput atau kampanye hashtag yang positif demi pilkada berkualitas.

Karena diketahui bahwa kaum milenial sebenarnya adalah bonus demografis bagi partai politik apabila disikapi dengan sungguh-sungguh oleh sebuah partai politik  Bahkan banyak partai politik yang memiliki afiliasi dengan organisasi berbasis kepemudaan. Hal ini baik bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Karena akan ada kaderisasi.

Apa tujuan semua ini?  Pilkada serentak akan membuat masyarakat makin dewasa dalam berpolitik. Akan muncul perdebatan ide dan gagasan di ruang publik maupun parlemen sebagai bagian besar dari pendidikan politik bagi masyarakat yang dari kalangan atas sampai dengan kalangan bawah.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com