SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Latihan Gabungan Bakamla dan BNN, Amankan Kapal Pengangkut Narkoba

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:30
  • Dibaca : 102 kali
Latihan Gabungan Bakamla dan BNN, Amankan Kapal Pengangkut Narkoba
Proses latihan penangkapan kapal pengangkut narkoba di Perairan Teluk Tering, Batam, Kamis (9/8) siang. /AINI LESTARI

BATAM – Kapal Negara (KN) Belut Laut 4806 yang merupakan salah satu kapal patroli Bakamla RI mengamankan sebuah kapal yang diduga membawa narkotika di Perairan Teluk Tering, Batam, Kamis (9/8) siang. Kapal yang diketahui bernama KM Budi Jasa 7 ini langsung digiring ke Pelabuhan Batu Ampar untuk menjalani pemeriksaan.

Penangkapan tersebut bermula ketika KN Belut Laut 4806 melaksanakan patroli operasi nusantara di wilayah perairan Indonesia bagian barat. Seketika, kapal yang dikomandani oleh AKBP Capt Nyoto Saptono dengan ABK sebanyak 25 orang menerima informasi dari intelijen BNN yang menyebutkan akan ada sebuah kapal yang akan menyelundupkan narkoba dari negara lain. Informasi tersebut diterima setelah Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) melalui Komando Pusat Operasi Nusantara (KODAL OPS) berkoordinasi dengan Kantor Zona Maritim Barat untuk melakukan pencarian terhadap kapal yang dicurigai membawa narkoba tersebut. “Kami diperintahkan untuk melakukan pencarian kapal tersebut yang melintasi jalur Selat Singapura-Batam,” kata AKBP Capt Nyoto Saptono.

Setelah memonitor dan mencari keberadaan kapal KM Budi Jasa 7, akhirnya KN Belut Laut berhasil mendeteksi keberadaan kapal yang diduga mengangkut narkoba tersebut. Hingga akhirnya, KN Belut Laut 4806 memerintahkan kepada KM Budi Jasa 7 untuk menghentikan kapal. Karena KM Budi Jasa 7 tidak menghentikan kapalnya, Komandan KN Belut Laut 4806 memerintahkan Tim pemeriksa atau Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) untuk melaksanakan peran pemeriksaan dan penggeledahan Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) ke KM Budi Jasa 7.

KM Budi Jasa 7 berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) dan muatan kapal, hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti yang dicurigai narkoba. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kapal tersebut digiring ke pangkalan Pelabuhan Batu Ampar dan selanjutnya diserahkan ke tim RPE BNN yang telah berada di pangkalan.

Pemeriksaan dilakukan secara seksama. Bahkan, tim menurunkan K-9 anjing pelacak untuk memundahkan pencarian barang bukti narkoba yang kemungkinan disembunyikan oleh tersangka. Hasil pencarian ditemukan barang bukti narkoba lainnya yang disembunyikan di bawah lantai kamar mesin. Selanjutnya, para tersangka dan barang bukti yang ditemukan dibawa ke kantor BNNP Kepri untuk proses lebih lanjut.

Penangkapan terhadap kapal tersebut merupakan rangkaian kegiatan latihan gabungan yang dilaksanakan tim Bakamla dengan BNN. Latihan bersama ini diselenggarakan guna mengantisipasi dan merespon terjadinya penyelundupan narkoba dan rangkaian kegiatan kejahatan yag dilakukan oleh kelompok sindikat di wilayah perairan Indonesia. “Tujuan dan sasaran latihan bersama adalah mensinergikan kerja sama antara Bakamla dan BNN serta meningkatkan keamanan maritim terutama pada bidang pencegahan penyelundupan narkoba lewat laut,” kata Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono selaku Direktur Latihan Bakamla RI saat ditemui di sela-sela latihan di KN Belut Laut 4806.

Eko menjelaskan, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenal jenis-jenis narkoba, mendeteksi narkoba, dan penanganan penyelundupan narkoba, memelihara dan meningkatkan kejasama Bakamla dengan BNN serta meningkatkan keamanan peraian Indonesia dari penyelundupan narkotika. “Selain itu juga untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam pemahaman prosedur dan taktik operasi laut, mensinergikan pemahaman dan pengembangan dalam standart operating procedure (SOP) untuk penanganan dan pencegahan penyelundupan narkoba di laut,” kata Eko.

Metode latihan yang diterapkan kali ini adalah latihan lapangan (Field Exercise) yang diawali dengan kegiatan di kelas (TFG dan Pre Sail Brief). Pelaksanaan selama kurang lebih empat hari dimulai tanggal 7-10 Agustus 2018 dan bertempat di Wilayah Zona Maritim Barat, dan sekitar perairan Batu Ampar, Batam yang berbatasan laut antara perairan Indonesia dengan Singapura. Peserta latihan berjumlah 30 Orang terdiri dari personel Bakamla RI dengan BNN.

Latihan ini, lanjut Eko, dirasa sangat perlu mengingat penyelundupan narkoba dapat masuk dari mana saja. Ia juga mengatakan bahwa jalur laut merupakan merupakan salah satu jalur yang dipilih oleh pelaku untuk menyelundupkan narkoba. “Makanya, tim Bakamla harus tahu apa yang perlu diperbuat bila ditemukan hal-hal seperti ini,” katanya.

Sementara itu, AKBP Capt Nyoto Saptono kepada awak media menjelaskan, ancaman penyelundupan di laut cukup banyak seperti penyelundupan BBM, barang bekas, pencurian ikan dan juga narkotika. Dan penyelundupan sabu merupakan satu ancaman tertinggi yang terjadi di perairan, terutama perairan yang merupakan perbatasan antarnegara. “Permasalahan narkoba merupakan kejahatan luar biasa karena berdampak pada generasi muda. Modus operandi berubah-ubah. Dan untuk menangani hal tersebut, kita sudah memiliki alat yang cukup Bagus. Kapal KN Belut Laut 4806 ini sudah dilengkapi dengan berbagai teknologi yang dibutuhkan. Dan jumlah personil juga mencukupi. Namun, kalau bisa ditingkatkan, tentunya akan semakin lebih baik lagi,” katanya.

aini Lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com