SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lebih Baik Investasi di Kepri

  • Reporter:
  • Jumat, 14 Juli 2017 | 14:56
  • Dibaca : 481 kali
Lebih Baik Investasi di Kepri
ilustrasi

BATAM – Pengamat Ekonomi Kepri, Rafki Rasyid mengapresiasi langkah pemerintah terkait kesepakatan pertukaran informasi perpajakan dengan Singapura. Pertukaran informasi keuangan secara otomatis (Automatic Exchange of Information/AEoI) ini efektif untuk mencegah warga Indonesia menyembunyikan hartanya di Singapura.

“Untuk negara lain seperti Swiss dan Hongkong mungkin tidak keberatan. Tapi kami khawatir Singapura akan mencari cara untuk tidak menandatangani agreement ini,” katanya, Kamis (13/7).

Menurut Rafki, Singapura seringkali menolak perjanjian menyangkut dana warga Indonesia yang mangkal di negara itu. Apalagi informasinya, banyak warga Kepri yang menyimpan dana dan hartanya di Singapura. Dengan kerja sama bilateral AEoI, maka data warga Kepri yang menyembunyikan hartanya di Singapura bisa dibongkar.

“Kami sangat berharap agreement kali ini benar-benar terealisasi. Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang tepat terkait dana tersebut,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Rafki, tentu akan mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk menarik dana warga Indonesia di luar negeri kembali ke Indonesia. Apalagi jika didapatkan informasi pasti jumlah dana yang dibawa lari warga Indonesia ke Singapura.

“Kalau bisa datanya dibuka saja dan kalau ada dana terkait pencucian uang, harus diproses secara tuntas sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com