SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lestarikan Budaya Melayu, Dorong Penggunaan Tanjak

  • Reporter:
  • Senin, 5 Agustus 2019 | 12:01
  • Dibaca : 89 kali
Lestarikan Budaya Melayu, Dorong Penggunaan Tanjak
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah hadir saat pelatihan pembuatan tanjak di Aula Wan Seri Beni, kantor Gubernur, Pulau Dompak, Minggu (4/8). /HUMAS PEMPROV KEPRI

PINANG – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri Arif Fadillah mengatakan, menjaga budaya merupakan hal penting. Hal ini untuk membentengi diri dalam era modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini.

“Menjaga budaya itu berarti kita menjadikan budaya sebagai jati diri, maka masyarakat harus bangga dengan jati diri yang dimiliki dalam menyongsong masa depan,” ujar Arif saat membuka pelatihan pembuatan tanjak di Aula Wan Seri Beni, kantor Gubernur, Pulau Dompak, Minggu (4/8).

Selaku orang Melayu, dilanjutkan Arif, tentu harus tahu berbagai rekam sejarah yang dimiliki budaya Melayu dengan beragam kekayaan. Masyarakat diharapkan mau mempelajari jati dirinya ini dan tentu peran besar Lembaga Adat Melayu (LAM) bersama Pemerintah untuk terus meningkatkan wawasan masyarakat terkait kebudayaan.

“Kami Pemerintah mendukung setiap kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan wawasan terkait kebudayaan Melayu ini dan tentu kerja sama dengan LAM dalam hal ini sebagai rujukan dalam setiap kebijakan agar terarah,” lanjut Arif.

Salah satunya adalah pakaian yakni penggunaan tanjak. Berbagai macam versi dan model tanjak memiliki ciri khasnya masing-masing, apakah untuk digunakan sehari-sehari atau untuk digunakan dalam momen tertentu.

Apalagi dewasa ini, penggunaan tanjak dalam kehidupan sehari-hari, ditambahkan Arif, semakin digemari. Ini dibuktikan dari Pemko Tanjungpinang yang dalam hari kerjanya pada Jumat menggunakan pakaian kurung melayu dengan tanjak.

“Ini menunjukkan bahwa penggunaan tanjak kembali bangkit ke permukaan untuk menunjukan eksistensinya, semangat ini harus terus kita jaga dan tingkatkan. Ke depan diharapkan akan ada lagi kegiatan lainnya seperti latihan membuat pantun dan membaca gurindam 12,” tambahnya lagi.

Tidak hanya soal berpakaian, menurut Arif budaya Melayu juga mengajarkan tentang tata krama dan etika dalam kehidupan. Terlebih Melayu tentu identik dengan Islam dalam berkehidupan akan tetap berpedoman dengan Alquran.

“Tentu kita harus memujukkan bahwa budaya Melayu itu hadir tidak hanya memiliki kekhasan soal berpakaian, makanan dan lainnya. Namun yang mesti ditonjolkan adalah bagaimana tata krama yang baik dan etika yang santun,” ujarnya.

Setelah pelatihan dibuka, acara selanjutnya dilakukan pemakaian tanjak oleh Pengurus Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Johan Iskandar kepada Sekdaprov Arif.

fadhil

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com