SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lewat Jargas, Distribusi Energi Merata hingga Pulau Kecil di Batas Negara

  • Reporter:
  • Jumat, 31 Agustus 2018 | 12:19
  • Dibaca : 93 kali
Lewat Jargas, Distribusi Energi Merata hingga Pulau Kecil di Batas Negara
Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI Herman Khaeron bersama Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyalakan kompor di rumah warga yang tersambung Jargas, Senin (30/4/2018). /DOK PGN

Bantuan pemerintah pusat berupa penyambungan infrastruktur pipa gas bumi ke ribuan rumah warga Batam melalui program Jaringan Gas (Jargas) yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membawa dampak sangat positif. Banyak warga yang tinggal di wilayah pinggiran Batam mengaku sangat terbantu dan tak lagi mengeluhkan sulitnya mencari bahan bakar untuk memasak. Suatu terobosan untuk memeratakan energi hingga ke wilayah kecil di batas negeri.

FADHIL, Batam

Bernat Sijabat tersenyum lebar kepada rombongan tamu yang datang ke rumahnya di Perumahan Sentosa Perdana (SP), Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Bercengkerama sebentar, Sijabat yang saat itu didampingi istrinya, Eka Prihatiningsih kemudian mengarahkan tamu-tamunya menuju ke ruang dapur.

Di ruangan yang tak begitu luas itu, para tamu dipersilakan menyalakan kompor yang sehari-hari mereka gunakan untuk memasak. Salah seorang di antara tamu tersebut maju dan mendekati kompor. Ia kemudian memegang knop kompor berbahan bakar gas itu.

Ceklek, suara tuas kompor berputar. Api biru terlihat menyala di atas tungku kompor. Para tamu itu tersenyum.

“Bagaimana kesannya pakai gas bumi?” tanya tamu yang menyalakan tuas kompor tadi kepada tuan rumah.

Sijabat buru-buru menjawab. “Lebih praktis pak, pakai dulu baru bayar dan tak khawatir gas habis,” ujarnya kepada tamunya tersebut.

Tamu itu tak lain adalah Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI yang juga Ketua Tim Reses Komisi VII DPR RI. Saat itu, Tim Reses Komisi VII DPR RI yang didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi Perusahaan Gas Negara (PGN), Dilo Seno Widagdo sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah untuk melihat efektivitas sekaligus mengevaluasi program Jargas di Batam, Senin (30/4/2018).

Program Jargas adalah proyek penyambungan pipa instalasi gas bumi ke rumah-rumah warga secara gratis yang ditaja pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. Adapun penugasannya, diserahkan kepada PGN.

Untuk di Batam, program sambungan pipa gas bumi ini diberikan secara cuma-cuma kepada 4.003 rumah warga yang berada di enam kelurahan dan terdiri dari 16 perumahan di Kecamatan Batuaji dan Sagulung. Yakni, Perumahan Fanindo Tanjunguncang Batuaji, Taman Carina Tanjunguncang, Bambu Kuning Bukit Tempayan Batuaji, Perumahan Buana Raya Boulevard Batuaji, Perumahan Muka Kuning II dan Muka Kuning Indah II Batuaji.

Sedangkan di Sagulung, terdiri dari Perumahan Graha Nusa Batam Sagulung, Mitra Centre Sagulung, Perumahan Puri Surya Sagulung, Perumahan Taman Teratai Sagulung, Buana Point Sagulung, Perumahan Muka Kuning Pratama Sagulung, Perumahan Putra Moro Indah II Sagulung, Perumahan Taman Anugerah Sagulung, Perumahan Sentosa Perdana, Villa Mukakuning Tembesi Sagulung.

Salah satu warga yang merasakan manfaat sambungan Jargas tersebut adalah Sijabat, yang mendapat kunjungan dari Komisi VII DPR RI tadi.

Menurut Sijabat, setelah menggunakan gas bumi untuk bahan bakar memasak keluarganya sehari-hari, ia merasakan banyak manfaat sekaligus. Betapa tidak, sejak menggunakan gas bumi, keluarganya tak perlu khawatir kehabisan bahan bakar gas ketika memasak. Kondisi itu berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya, saat masih menggunakan bahan bakar berjenis Liquified Petroleum Gas atau LPG kemasan tabung. Jika sewaktu-waktu gas dalam tabung habis, maka harus keluar rumah untuk mencari dan menukarnya dengan gas tabung yang baru.

Hanya saja, masalah muncul jika suplai gas sedang tak lancar ke wilayah tempat tinggalnya tersebut. Terutama, saat momen tertentu yang membuat permintaan gas dalam tabung meningkat drastis. “Misalnya saat mau Natal atau Lebaran. Itu biasanya gas LPG agak langka, susah mencarinya,” kata dia.

Namun, sejak hadirnya sambungan Jargas ke rumahnya, keluhan itu otomatis hilang dengan sendirinya. Pasalnya, suplai gas bumi ke rumahnya tak terputus selama 24 jam penuh.

“Kapan pun mau masak, tinggal ceklek, api menyala. Praktis, cepat,” tutur Sijabat sembari tersenyum.

Tak hanya itu, ia juga senang karena sejak menggunakan sambungan Jargas, pengeluarannya jauh lebih hemat ketimbang saat dulu menggunakan gas kemasan tabung. Betapa tidak, jika dulu dalam sebulan keluarganya bisa menghabiskan antara tiga hingga empat gas kemasan tabung hijau dengan harga antara Rp54 ribu hingga Rp72 ribu sebulan, kini ia bisa hemat hampir separuhnya. Sejak tersambung Jargas, tiap bulan ia hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp35 ribu hingga Rp45 ribu.

“Lebih hemat pokoknya,” imbuhnya.

Selain Sijabat, warga lain yang juga merasakan manfaat sambungan Jargas adalah Risma, warga Perumahan Putra Moro Indah II, Kelurahan Seilangkai, Sagulung. Risma mengatakan, aliran gas bumi lewat program Jargas sangat membantu memudahkan warga mendapatkan pasokan energi yang bisa diandalkan setiap waktu.

“Kapanpun dibutuhkan, kompor bisa langsung menyala,” katanya.

Tak hanya itu, Risma juga mengaku lebih tenang menggunakan bahan bakar gas bumi tersebut. Pasalnya, ia mengatakan telah mendapat edukasi bahwa sambungan jaringan pipa gas ke rumah-rumah warga itu memiliki tekanan yang cukup kecil serta dilengkapi katup pengaman. Sehingga, ia yakin jargas tersebut lebih aman ketimbang saat masih memakai bahan bakar gas kemasan tabung.

“Memasak sekarang lebih santai dan tenang,” kata dia.

Selain dinilai lebih aman, Risma juga menyebut penggunaan gas bumi lebih hemat. “Dibanding beli gas LPG tabung, memang lebih murah,” katanya.

Tak hanya itu, Risma juga mengaku bersyukur lantaran sambungan gas bumi gratis itu bisa dirasakan dirinya dan warga lainnya yang selama ini mengandalkan gas LPG kemasan tabung untuk memasak. Terlebih, di kawasan padat penduduk itu, suplai gas LPG kemasan tabung juga sering kosong.

“Sering langka di sini, makanya kami senang sekali adanya gas bumi ini,” tuturnya.

Menurutnya, kini warga yang tinggal di pinggiran kota seperti dirinya juga bisa menikmati keandalan energi dari bahan bakar gas bumi. Padahal sebelumnya, sambungan gas bumi rata-rata baru bisa dirasakan warga yang tinggal di pusat kota lantaran keterbatasan infrastruktur pipa gas yang ada. Bahkan, jika tak ada program Jargas yang memberikan sambungan pipa secara gratis itu, ia tak yakin semua kalangan di wilayah tempat tinggalnya yang berada di pinggiran Pulau Batam itu bisa menikmati bahan bakar dari gas bumi. Sebabnya, biaya awal penyambungan pipa gas bumi ke rumah warga tergolong mahal.

“Saya dengar kalau bayar sendiri, menyambung pipa itu sampai jutaan rupiah. Untungnya kami dikasih sambungan gratis,” tuturnya.

Selama ini, infrastruktur jaringan pipa gas di Kota Batam memang masih berada di sekitar kawasan perkotaan. Itu karena investasi untuk memperpanjang pipa dan meluaskan jaringan butuh biaya yang tak sedikit. Karena itu, baru beberapa area saja yang bisa menikmati keandalan energi dari gas bumi. Seperti, kawasan industri, komersial, atau beberapa perumahan di tengah kota yang areanya sudah dilewati jaringan pipa gas.

Padahal, di Pulau Batam yang hanya memiliki luas daratan 1.040 Kilometer (Km) persegi dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura ini, banyak warga yang berharap agar jaringan pipa gas bumi yang dinilai aman dan murah itu bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Sehingga, meskipun berada di ujung negeri, warga tetap bisa merasakan pemerataan dan keadilan energi.

“Makanya kami bersyukur, bantuan pemerintah ini bisa kami rasakan betul manfaatnya,” ucapnya.

Memastikan Pemanfaatan Energi

Kunjungan Kerja dalam rangka reses Komisi VII yang dipimpin Herman Khaeron dengan meninjau lokasi perumahan warga yang telah tersambung Jargas di Kecamatan Batuaji dan Sagulung, Kota Batam itu akan menjadi masukan dan evaluasi pemerintah pusat. Utamanya, untuk memastikan agar program yang telah dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia tersebut, tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami mengunjungi rumah warga pengguna jargas sekaligus berinteraksi dengan masyarakat terkait pengalaman mereka setelah menggunakan gas alam,” kata Herman di sela acara.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan proyek Jargas di dua kecamatan pinggiran di Batam yang dikunjungi tersebut merupakan proyek penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM kepada PT PGN untuk membangun sekaligus mengoperasikan infrastruktur gas bumi tersebut.

“Ini proyek penugasan dari pemerintah melalui Kementerian ESDM,” kata Dilo.

Dilo mengatakan, total pipa yang dibangun untuk mengalirkan gas bumi ke 4.003 rumah tangga di Batam mencapai lebih dari 55 Km yang tersebar di 16 perumahan. Dibangun sejak 2016, dana pembangunan proyek sambungan gas rumah tangga ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hingga saat ini, total pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN di Batam sepanjang 223,57 Km. Selain Jargas, PGN juga telah membangun pipa distribusi di kawasan Nagoya, Kota Batam sepanjang 18,3 Km.

Di Batam, PGN sampai saat ini telah memasok gas bumi ke 4.809 pelanggan dengan rincian, 43 industri besar, 65 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 4.701 rumah tangga.

Secara nasional, PGN tercatat telah berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 1.505 Million Metric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Penyaluran gas tersebar kepada 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti industri manufaktur dan pembangkit listrik, komersial yang meliputi hotel, restoran, rumah sakit dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta rumah tangga di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

“PGN akan terus agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional, untuk pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” tutup Dilo.***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com