SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lima Kesepakatan Terkait Gereja Santo Yoseph

  • Reporter:
  • Selasa, 18 Februari 2020 | 10:05
  • Dibaca : 73 kali
Lima Kesepakatan Terkait Gereja Santo Yoseph
Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama FKPD bergandengan tangan usai rapat terkait Gereja Paroki Santo Joseph di Kantor Bupati Karimun, Senin (17/2). /ERNIS HUTABARAT

KARIMUN – Bupati Karimun, Aunur Rafiq memimpin rapat di Gedung Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Jalan Poros, Senin (17/2). Dalam rapat tersebut, Bupati Karimun menyampaikan tentang hasil kesepakatan bersama Kementerian Agama di Jakarta terkait Gereja Paroki Santo Joseph Karimun.

Bupati menyampaikan, rapat di Kementerian Agama yang dihadiri oleh Staff Khusus Kementerian, Bupati Karimun, Uskup Keuskupan Pangkal Pinang, Kakanwil Kementerian Agama Kepri dan Kakanmenag Kabupaten Karimun telah membicarakan persoalan Gereja Paroki Santo Joseph Karimu dan telah menyepakati lima poin

Pertama, semua pihak harus saling menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di PTUN tentang IMB Gereja Paroki Santo Joseph Kabupaten Karimun. Kedua, selama proses hukum berlangsung, kedua belah pihak mengupayakan dialog dan silaturahmi. Pihak gereja tidak melakukan aktifitas pembangunan dan semua pihak diminta tidak melakukan aktifitas demo.

Ketiga, Bupati telah menyampaikan usul dari Umat Islam Kabupaten Karimun (FUIB dan APKK) tentang relokasi pembangunan gereja dan menjadikan cagar budaya Gereja Paroki Santo Joseph dan pihak gereja melalui uskup akan mempelajari sambil menunggu hasil proses hukum yang sedang berlangsung.

Keempat, Kementerian agama, Bupati, Uskup, Kakanwil Kemenag Kepri akan melaksanakan silaturahmi ke Kabupaten Karimun untuk bertemu dengan masyarakat Kabupaten Karimun dalam rangka menciptakan situasi yang harmonis bagi kehidupan umat beragama di Kabupaten Karimun. Kelima, semua pihak harus menghormati hasil keputusan PTUN.

“Kami bersepakat, bahwa lima hal yang sudah disepakati itu akan kami jaga bersam-sama. Baik itu APKK, FUIB maupun seluruh komponen masyarakat Kabupaten Karimun, agar melaksanakan dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terhadap IMB melalui proses PTUN yang saaat ini sedang berlangsung,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai melaksanakan rapat.

Bupati mengatakan, apa-apa yang disarankan oleh umat Islam melalui FUIB maupun APKK kepada pihak keuskupan, dikatakan pihak gereja melalui keuskupan akan mempelajarinya sembari menunggu hasil PTUN yang saat ini sedang berjalan.

“Oleh karena itu, melalui rapat tadi. Mari kita jaga bersama-sama Kabupaten Karimun yang kondusif yang aman, harmonis. Dan dapat kami sepakati dari pertemuan ini bahwa seluruhnya mengatakan bahwa Kabupaten Karimun adalah Kabupaten yang toleran,” paparnya.

ernishutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com