SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lima Panti Pijat Diberi SP, Satu Lokasi Disegel

  • Reporter:
  • Rabu, 7 November 2018 | 15:13
  • Dibaca : 96 kali
Lima Panti Pijat Diberi SP, Satu Lokasi Disegel
Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau menginterogasi terapis panti pijat Javana Tradisional Massage saat menggelar sidak, Senin (5/11). f agung dedi lazuardi

LUBUKBAJA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam menyegel panti pijat Madurani Massage karena beroperasi tanpa mengantongi izin di Kompleks Ruko Nagoya Business Centre Lubukbaja, Senin (5/11) malam.

Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau mengatakan, pihaknya juga melayangkan Surat Peringatan (SP) pertama bagi lima panti pijat karena menyalahi peruntukannya. Di antaranya, Wijaya Abadi Pratama, Lavender Batam Mitra, Karya Sukses Bersama (Hello Kitty), Karya Sukses Bersama (AG Massage) dan Elline.

Kemudian surat pemanggilan pemilik usaha untuk panti pijat Putri Joleen Abadi atau Melati Massage karena tidak bisa menunjukkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
“Kami juga melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Javana Tradisional Massage karena belum ada sertifikasi usaha,” ujarnya.

Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari penertiban sebelumnya dan merupakan agenda tahunan dari DPM PTSP Kota Batam. Menurut dia, masih banyak usaha tempat hiburan yang belum memiliki izin operasional seperti TDUP dan lainnya.

“Nah saat bersamaan kami coba membina mereka lagi karena banyak dari pengusaha yang belum ngurus izin,” kata Gustian.

Ia memastikan proses pengurusan izin sudah mudah dan menggunakan sistem online. Tergantung itikad baik dari pengusaha saja, apakah mau mengurus izinnya atau tidak. Pemerintah daerah akan menindak tegas usaha-usaha yang tidak memiliki izin dan sebagainya.

“Jadi kami turun ke lapangan yang tak ada izin kami segel. Kalau sudah tidak memungkinkan lagi tidak akan diberikan izin lagi,” jelasnya.

Pihaknya juga mendapatkan bayi dan anak di bawah umur berada di kawasan panti pijat. Keberadaan anak tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Ada juga kos-kosan yang memang bukan sebagai peruntukannya. Kami menduga ini akan menjadi sarana yang lainnya,” ujarnya.

Gustian mengimbau kepada seluruh pengusaha hiburan di Kota Batam agar mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan mengurus perizinan operasional. Karena pajak dan retribusi dari tempat hiburan akan menjadi pendapatan ke kas daerah yang akan dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur di Batam.

“Sudah mudah ngurus izinnya. Tinggal posting saja dari rumah. Tergantung niatnya saja, usahakah atau tidak terbuka,” katanya.

Hingga kini, lanjutnya, hanya 30 persen saja pengusaha yang taat aturan dengan melaporkan TDUP setiap enam bulan sekali. DPM PTSP juga akan memanggil seluruh pelaku usaha pariwisata seperti hotel dan travel untuk berdiskusi terkait perizinan pariwisata atau tempat hiburan di Kota Batam. Ia juga memastikan bahwa seluruh perizinan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami bersama pariwisata akan mengumpulkan semuanya. Karena ada klasifikasi yang harus mereka lakukan. Pengusaha harus melaporkan setiap enam bulan, apalagi ada perubahan notaris, pejabat dan lainnya,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com