SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lima PMA Investasi Jutaan Dolar Amerika

  • Reporter:
  • Senin, 11 Februari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 94 kali
Lima PMA Investasi Jutaan Dolar Amerika
ilustrasi

SEIBEDUK – Lima perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) menginvestasikan jutaan dolar Amerika untuk mengembangkan usahanya di Kawasan Industri Batamindo. Dua perusahaan melakukan perluasan dan tiga lainnya merupakan perusahaan baru yang memulai produksi di Batam.

Manajer General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala Tjaw Hioeng mengatakan, rencana perluasan dan masuknya sejumlah PMA baru sebenarnya sudah disampaikan pada Kepala BP Batam saat masih dijabat oleh Lukita Dinarsyah Tuwo. Pada waktu itu langsung direspons dengan menindaklanjuti usaha perluasannya.

“Tapi prosesnya kan terus berjalan yang dilanjutkan di kepemimpinan Pak Edi Putra sebagai Kepala BP Batam. Karena menyangkut pemasukan barang modal bukan baru jadi harus dari BP Batam yang diteruskan ke Kementerian perindustrian untuk rekomendasinya dan persetujuan impornya dari kementerian perdagangan,” kata Tjaw, Minggu (10/2).

Sejumlah perusahan yang bergerak di bidang manufacturing di Kawasan Industri Batamindo akan melakukan perluasan usaha. Selain itu, beberapa perusahaan baru juga akan mulai merealisasikan rencana investasi nya dan mulai merekrut tenaga kerja baru. Pemerintah diharapkan bisa terus komitmen untuk menjaga kenyamanan Investasi di Batam.

Dua perusahaan lama di Kawasan Industri Batamindo yang akan melakukan perluasan usahanya di Batam. Di antaranya adalah PT Rubycon Indonesia, berdiri sejak tahun 1994 perusahaan asal Jepang tersebut terus berkomitmen untuk menambah investasi nya di Batam.

“PT Rubycon Indonesia melakukan ekspansi dengan nilai investasi USD4 juta. Perusahaan ini memang salah satu perusahan besar yang sudah lama di Kawasan Industri Batamindo,” ujarnya.

PT Rubycon Indonesia juga akan melakukan penambahan tenaga kerja baru sekitar 250 orang. Perusahaan ini juga menyewa gedung baru di Kawasan Industri Batamindo, dan total gedung yang ditempatinya saat ada sekitar sembilang gedung dari yang awalnya pada tahun 1994 lalu saat awal investasi hanya menempati satu gedung.

Kemudian perusahan lainnya yang juga melakukan ekspansi di tahun ini adalah PT Excelitas Technologies Batam, dengan nilai investasi sebesar USD5 juta. Perusahan yang juga bergerak di industri manufaktur ingin juga akan merekrut tenaga kerja baru sekitar 140 orang. Perusahaan pembuat sensor tersebut menilai bahwa Batam terletak di kawasan yang sangat strategis untuk pengembangan usahanya. “Kami berharap dengan adanya lapangan kerja baru ini, dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Batam,” katanya.

Selain itu juga ada perusahan baru asal Jepang yang akan segera melakukan produksi, yakni PT Maruho Hatsujyo Batam dengan nilai investasi sekitar USD1,6 juta dan menyerap tenaga kerja 70 orang. Modal usaha yang ditanamkan menurut Tjaw memang tidak banyak, hanya saja PMA seperti ini pada umumnya memang untuk awal investasi tidak terlalu banyak.

Biasanya perusahaan asing tersebut ingin melihat dulu kenyamanan investasi di Batam, jika nantinya saat proses produksi, ekspor dan impor berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan biasanya akan menambah nilai investasi nya. Perusaan ini dinilai juga sudah menggunakan teknologi tinggi dan sudah mengarah pada industri manufaktur ingin 4.0.

“Sehingga memang tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Untuk di Batam memang menjadi persoalan tendiri mengingat masih banyak para pencari kerja. Namun di sisi lain upah yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya juga menjadi keluhan para investor,” kata Tjaw.

Perusahaan baru lainnya asal Hongkong yaitu PT Simatelex Manufactory Batam yang bergerak dalam bidang manufaktur industri peralatan listrik rumah tangga dan industri peralatan elektrotermal rumah tangga dengan nilai USD3,2 juta dengan total karyawan sebanyak 120 orang untuk tahap awal telah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Menurut dia, PT Simatelex Manufactory Batam baru selesai mengurus perizinan melalui sistem online single submission (OSS). Perusahaan ini akan menempati tiga gedung di Kawasan Industri Batamindo. Pihaknya menargetkan dua sampai tiga bulan ke depan perusahan baru sudah mulai melakukan produksi, karena saat ini beberapa masih melakukan renovasi gedung yang akan ditempati.

“Satu lagi perusahan yang membuka pabrik di Batamindo adalah Pegatron. Hanya saja saya belum tahu berapa tenaga kerja yang akan direkrut, untuk bidang usahanya produk Smarthome,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafky Rasyid mengatakan masuknya investor ke Batam tentunya tidak lepas dari peran BP Batam yang selama ini meyakinkan investor dan juga membenahi kondisi investasi di Batam. Kerja keras BP Batam ini saat ini mendapatkan momentum dari perang dagang yang terjadi antara Amaerika Serikat (AS) dan China.

“Kami berharap BP Batam bisa terus kosisten menjaga dan terus mengawal investasi yang masuk ke Batam. Terutama bagi perusahaan yang baru, jangan sampai saat ada kendala pemerintah membiarkan begitu saja,” ujarnya.

Rafky mengaku yakin siapapun Kepala BP Batam tentunya memiliki misi yang sama yaitu membenahi investasi Batam. Karena itu, ia berharap berharap pergantian pimpinan BP Batam yang cukup sering terjadi tidak membuat investor ragu berinvestasi di Batam. Karena sistem di BP Batam saat ini sudah berjalan dengan baik.

Sehingga siapapun pimpinannya tinggal menjalankan sistem yang sudah tertata tersebut. Kepala BP Batam yang sekarang harus tetap bekerja keras mendatangkan investor ke Batam walaupun kabarnya masa jabatannya hanya sampai bulan April 2019. Jangan sampai persoalan internal di BP Batam mengganggu kegiatan pengelolaan investasi di Batam.

“Walau kabarnya hanya sementara, Kepala BP Batam harus tetap menjaga dan membuat investor nyaman,” katanya.

Kemudian mementum perang dagang AS dan China yang masih berlangsung harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menggenjot investasi di Batam. Menurut dia, dalam waktu dekat ini kedua negara tersebut belum akan mencapai kesepakatan terkait perang dagang yang sedang terjadi. Pasalnya masing-masing masih menunjukan kekuatan yang dimilikinya.

“Maka hal ini harus dimanfaatkan sebaik baiknya untuk mempromosikan Batam kepada pengusaha di AS dan China yang bisnisnya terkena imbas perang dagang tersebut,” kata Rafky. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com