SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Limbah Kulit Kerang Usir Bosan

  • Reporter:
  • Kamis, 21 Desember 2017 | 20:15
  • Dibaca : 191 kali
Limbah Kulit Kerang Usir Bosan
Elviana menyerahkan hasil kreasinya kepada Ibu Wali Kota Batam.

Setiap orang punya alasan masing-masing untuk menekuni hobinya. Ada yang dilakukan sekedarnya saja, ada juga yang dilakukan dengan aktif sehingga tak lagi jadi sekedar hobi. Melainkan jadi keuntungan.

Elviana misalnya, aktif bergelut dengan limbah kulit kerang agar tak dilanda kebosanan. Elvi yang awalnya bekerja di bidang teknik sipil ini mulai mencari kesibukan setelah ia pensiun. Berbagai karya seni ia hasilkan sampai kemudian ia berhenti mencari, dan mantap di kulit kerang.

“Pas masih kerja suka juga (kulit kerang), cuma nggak terlalu fokus. Saat udah nggak kerja lagi mulai cari-cara apa yang buat tidak bosan nantinya,” katanya, kemarin.

Awalnya ia melukis diatas kaca. Baginya ada seni dan kesulitan tersendiri saat melukis diatas kaca tersebut.

“Semua yang dilakukan pada permulaan pasti susah, tetapi lama-kelamaan alhamdullilah sudah bisa,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Elvi ini.

Elviana mengerjakan hobi tersebut di rumahnya. Dia mulai menyukai seni melukis di atas kaca ini. Berbagai motif dan isi pikiran ia tuangkan di sana. Hanya saja waktu itu ia terkendala dengan cat. Agar tampak sempurna dan melekat dengan bagus dibutuhkan cat khusus. Sayangnya harga cat tersebut cukup mahal.

Elvi pun kemudian mencoba melihat kreativitas yang lain. Pilihannya jatuh pada limbah laut. Kepri dengan lautnya yang luas, banyak menyimpan kekayaan berupa biota laut. Kerang salah satunya. Namun, tak seluruh bagian dari kerang bisa dikonsumsi. Cangkang atau kulit biasanya dibuang. Inilah yang dimanfaatkan oleh Elvi.

“Saya pindah ke kreasi limbah laut, saya lihat di sini potensi hasil lautnya cukup banyak dan beragam tetapi tidak ada yang mengembangkan. Padahal ini salah satu ikon dari tempat kita juga,” katanya.

Hobi merangkai aneka kulit kerang ini sangat didukung oleh keluarga Elvi. Banyak pengalaman berkesan yang terjadi saat ia mulai coba-coba bekreasi dengan kulit kerang. Ia bahkan tidur larut malam untuk membuat atau menyelesaikan satu karya. Salah satu anaknya pernah memergokinya masih asyik berkutat dengan limbah kulit kerang itu di jam 02.00 dini hari.

“Waktu itu lagi semangat-semangatnya. Bunda ditegur sama anak, katanya sudah bunda kemas mainan bunda karena dia sering keinjek dan sudah malam juga,” kenang Evi sambil tertawa.

Setiap hasil karya yang ia buat selalu disimpan. Ketika sudah membludak, Elvi kemudian menyediakan rak dengan sekatan kaca khusus untuk menyimpan hasil pekerjaan tangannya itu. Hobinya menekuni kulit kerang menghasilkan beragam karya. Mulai dari bingkai foto dari kerang warna-warni, hiasan dinding, lampu tidur, rangkaian bunga, hingga pernak-pernik untuk kecantikan wanita.

Hasil kreasi yang ia buat benar-benar orisnil dari alam, tanpa mengubah bentuk asli kulit kerang tersebut.

“Kerang-kerangnya tak ada yang di cat sama sekali, ini merupakan warna dasar dari kerang. Setelah dibersihkan akan kelihatan warnanya,” paparnya.
Terhitung sejak 2011 Elvi menggeluti hobinya berkreasi dengan kulit kerang. Namun kala itu ia belum terlalu fokus. Baru sejak Februari 2017 ia mulai benar-benar fokus.

“Bunda mulai fokus setelah pulang dari beberapa negara dalam kegiatan entrepreneurship,” ujarnya.

Hasil kreasinya juga mulai dilirik oleh banyak orang. Mulai dari keluarga, teman, relasi, hingga wisatawan lokal dan mancanegara. Menurut Elvi kebanyakan mereka tahu dari media sosial. Hasil karyanya diminati orang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Elvi.

Saat ini terdapat ratusan hasil kreativitas dari kulit kerang yang Elvi hasilkan. Semakin banyak peminat yang berkunjung ke rumahnya membuat Elvi kemudian memindahkan hasil kreativitasnya ke tempat khsusus. Tempat yang diberinya nama Rumah Kreatif itu terletak di Ruko Golden Wealth Blok C No 4 Tiban.

Rumah kreatif itu diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Batam Marlin Agustina. Sudah banyak orang-orang penting dari berbagai tempat yang berkunjung ke Rumah Kreatif. Mulai dari pihak Kesultanan Johor, Pemerintah Kota Batam, Bupati Bangka Belitung dan berbagai instansi lainnya.

“Alhamdullilah hobi ini sangat didukung oleh Pemko Batam. Sehingga bisa seperti sekarang ini juga berkat dukungan pemerintah,” ujarnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com