SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Lingga Ungkap Pungli KMP Sembilang

Lingga Ungkap Pungli KMP Sembilang
Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi (tengah) didampingi Ketua Saber Pungli Kompol Iksan dan anggotanya menerangkan OTT ABK KMP Sembilang, Jumat (21/4).

LINGGA – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Lingga mengungkap praktek pungli di kapal penumpang KMP Sembilang jurusan Dabo-Batam. Seorang ABK ditangkap dan uang tunai Rp1.030.000 disita hasil operasi tangkap tangan (OTT).

Operasi tangkap tangan itu berlangsung Kamis (20/4) malam di dalam KMP Sembilang yang sudah berlayar sejauh 10 mil dari Pelabuhan Roro Jagoh. Tim Saber Pungli yang terdiri dari Polres Lingga, Pemkab, Kejaksaan dan TNI menggeledah KMP Sembilang lalu menangkap seorang ABK, Bahtiar (31). Nama terakhir ditetapkan sebagai tersangka.

“Modusnya menyewakan sewa kasur dan tikar yang harusnya fasililitas dari negara untuk penumpang selama pelayaran,” ungkap Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi saat konferensi pers di Mapolsek Dabosingkep, Jumat (21/4).

Tersangka yang memiliki KTP Aceh Selatan tertangkap tangan memungut uang dari penumpang atas sewa kasur dan tikar selama pelayaran. Sekali sewa kasur dan tikar berkisar Rp10 ribu sampai Rp20 ribu permalam.

Praktek itu tergolong pungutan liar sebab fasilitas tikar dan kasur diberikan gratis bagi penumpang.

Dari keterangan tersangka ke kepolisian, pungutan liar tikar dan kasur di KMP Sembilang sudah berlangsung sekitar setahun empat bulan.

Tim Saber Pungli menyita sejumlah barang bukti dari operasi tangkap tangan antara lain uang Rp1.030.000, tiga kasur dan satu tikar.

Polisi menjerat tersangka pungli dengan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun.

“Kasus ini masih kami kembangkan. Tersangka mengaku uang pungli disetor ke nakhoda,” sebut AKBP Ucok yang saat konferensi pers didampingi Ketua Saber Pungli Lingga yang juga Wakapolres Kompol Iksan, anggota Rudi Purwonugroho dan Danpomal Dabosingkep.

Menurut AKBP Ucok, kasus praktek pungli sewa kasur ini bukan soal besar atau kecil kasusnya. Dia memandang praktek tersebut merugikan negara dan masyarakat. “Kalau dilihat transaksinya relatif kecil, tapi ini menyangkut keberadaan fasilitas negara bagi masyarakat,” papar dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com